Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Wanita Menopause rawan Kanker??

Banyak wanita yang memasuki masa menopause merasa gelisah, padahal menopause adalah sebuah kondisi yang pasti akan dilewati seorang wanita. Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), keringat berlebihan di malam hari (night sweat), jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi dan mudah tersinggung. Menopause terjadi dalam rentang usia antara 40-65 tahun. Seorang wanita dikatakan menopause jika dalam rentang mengalami tidak haid lagi selama 12 bulan terakhir. Jika diperiksa dilaboratorium menunjukkan kadar FSH (Follicle stimulating hormone) (>20 IU/ml) dan estrogen rendah (> 50 pq/ml).
Kadar estrogen yang sangat rendah pada wanita menopause (dan akan lebih turun lagi pada post menopause) sehingga cairan vagina akan berkurang, sel epitel vagina menipis, dan mudah cedera. Sehingga wanita menopause rentan terhadap infeksi saluran kemih, inkotinesia (sulit menahan buang air kecil) dan kulit menjadi keriput.
Walau sudah menopause, kesehatan reproduksi wanita mesti tetap dijaga. Penyakit berbahaya yang dapat menyerang wanita menopause adalah:

  1. Kanker serviks / mulut rahim. Gejala lain dari kanker serviks setelah menopause bisa nyeri panggul, peningkatan keputihan (pucat, berair, merah muda, coklat, berdarah, atau berbau busuk), dan pendarahan setelah hubungan seksual. Sayangnya, karena gejala kanker serviks setelah menopause jarang terjadi sehingga baru akan diketahui jika sudah memasuki stadium lanjut. Tanda-tanda lain yaitu: nyeri punggung, patah tulang, kelelahan, bocornya urin atau feses dari vagina, kaki sakit, kehilangan nafsu makan, nyeri panggul, kaki bengkak, berat badan menurun. Di Indonesia saja, setiap jam 1 wanita meninggal akibat kanker dan penderita kanker serviks baru bertambah 1 orang. Faktor pemicu kanker seviks adalah aktif secara seksual sejak dini, sering ganti pasangan   seksual, merokok, pernah terinfeksi PMS, penggunaan pil KB dalam jangka panjang,   penggunaan pembalut/pantyliner yang tidak berkualitas/mengandung dioksin

  2. Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Kanker ini paling sering ditemukan pada wanita usia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita dapat terserang kanker ini. Faktor resiko terjadinya kanker ini yaitu konsumsi obat kesuburan, pernah menderita kanker payudara, punya riwayat keluarga dengan kanker payudara/kanker ovarium, riwayat keluarga yang pernah menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim (sindroma Linch II) dan juga karena tumpukan toksin selama puluhan tahun di dalam tubuh. Di Amerika, pada 1998 tercatat 25.400 kasus kanker ovarium. Hanya sekitar 25-30 persen saja penderita kanker ovarium yang dapat terdiagnosa pada stadium awal. Gejala yang dapat terjadi pada wanita dengan kanker ini adalah: panggul terasa berat, pendarahan pervaginam, perut kembung, nafsu makan berkurang, berat badan turun, anemia,
    mual, muntah, tidak mampu mencerna makanan seperti biasanya.
Di sadari atau tidak, kedua penyakit tersebut sebenarnya menghantui para wanita menopause. Pencegahan tetap diperlukan tidak hanya pada saat wanita sudah mengalami masa pre menopause, tetapi juga sebelum itu. Untuk itu, pencegahan dilakukan dengan cara hidup sehat, misalnya dengan makan makanan yang bergizi, menghindari stress, tidak merokok dan minum alkohol, setia kepada pasangan, dan juga menggunakan bahan-bahan yang tidak mengandung toksin yang dapat merusak sistem reproduksi wanita. Salah satunya adalah penggunaan pembalut dan pantyliner yang bebas dioksin. Selain itu, dapat pula ditambahkan keistimewaan lain, misalnya dengan adanya Nano Silver (partikel perak/silver berukuran 10 pangkat minus 9) yang sangat bermanfaat sebagai pelindung/antibiotik alami. Penggunaan yang teratur dapat membantu mencegah dari menderita kedua penyakit itu di masa pre, menopause dan post-menopause.

Sumber: medica store, harian waspada

Jumat, 01 Februari 2013

Produk kesehatan Wanita



dan Tahukah Anda ?

Beberapa Pembalut dan Pantyliner yang beredar di pasaran saat ini TIDAK layak pakai alias mengandung dioksin. Hal ini sudah dibuktikan oleh ahli kesehatan dan sudah ditayangkan pula di salah satu siaran berita TV di Indonesia.
tahukah2

Natesh Satitary Pad & Pantyliner

Pembalut Natesh & Pantyliner Natesh

Pembalut dan pantyliner yang memakai bahan daur ulang dapat menyebabkan berbagai masalah organ intim wanita seperti infeksi vagina, keputihan, endometriosis, kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, mioma, kista, dan sebagainya.

Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulutrahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!

Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah.

Survey membuktikan bahwa kanker serviks penyebab kematian no 1 wanita Indonesia.

Kini telah hadir sebuah produk pantyliner dan pembalut natesh yangterbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi, tanpa pemutih, tidak menggunakan bahan daur ulang, serta mengandung berbagai jenis ramuan yang dapat mengatasi permasalahan organ intim wanita.

Natesh dapat mengatasi berbagai permasalah organ intim Anda dikarenakan oleh kandungan – kandungan yang terdapat di dalamnya, antaralain: Kandungan dari berbagai macam herbal, FIR (Far Infra Red), ANION (lebih tinggi kandungannya dibandingkan produk sejenis) dan NANO SILVER (memiliki keampuhan 6 kali lebih dahsyat dari antibiotik).

Untuk mengenal lebih jauh tentang Natesh, silahkan klik link dibawah ini :

  1. Pengetahuan Produk Natesh

  2. Keunggulan Produk Natesh dibanding dengan produk sejenis

  3. 18 Manfaat dari Produk Natesh

  4. Tanya Jawab seputar Produk Natesh

  5. Menurut Pendapat Para Dr Ahli tentang Natesh

  6. Testimoni dari para pengguna Natesh

  7. Harga & Promo Natesh