Tampilkan postingan dengan label daur ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daur ulang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

4 Tips Merawat Daerah Vagina


Pada prinsipnya merawat daerah vagina tidak jauh berbeda dengan cara merawat kebersihan diri tubuh lainnya. Namun karena posisi dan letak Miss V yang selalu tertutup, maka perlu ada perhatian khusus untuk perawatannya. Yang perlu diperhatikan adalah tingkat pH normal daerah Miss V adalah sekitar 3,5 – 4,5 pH. Jika nilai pH kulit terganggu, maka pelindung alami pada kulit di daerah tersebut menjadi berkurang atau menjadi lemah, sehingga rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Perawatan harian secara tepat akan membantu Anda menjaga Miss V tetap sehat. Berikut tipsnya :

 1. Treatment/perlakuan
Ketika membersihkan Miss V, tidak perlu menggosoknya terlalu kencang atau malah menggaruknya. Bersihkan dengan perlahan dan lembut, serta perhatikan arah gerakan tangan Anda ketika membersihkan. Sapukan tangan dari arah depan ke belakang. Cara ini berguna untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area Miss V.
 2. Pemilihan bahan pakaian
Selalu pilih underwear yang berbahan dasar katun, karena dapat menyerap keringat dengan baik. Area pinggul sampai dengan pangkal paha merupakan daerah tertutup sepanjang hari yang dapat menyebabkan keluarnya keringat berlebih. Jika keringat tidak terserap dengan baik, maka area tersebut akan bertumbuh bakteri yang menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Pastikan area Miss V tetap kering dan gantilah celana dalam minimal 2 kali sehari. Perhatikan juga penggunaan pakaian bawahan (baik rok maupun celana). Terlalu sering menggunakan celana ketat tentu tidak baik untuk sirkulasi udara di area Miss V. Kenakanlah rok sesekali. Area Miss V akan terjaga dan Anda tentu akan terlihat lebih manis bukan?
 3. Penggunaan produk penunjang
     Pembalut
Secara umum, tidak ada anjuran khusus dalam hal penggunaan dan pemilihan pembalut. Gunakan sesuai kebutuhan, misalnya pada malam hari gunakanlah pembalut dengan ukuran ekstra panjang. Jika sedang menstruasi, setiap mengganti pembalut, gantilah juga celana dalam Anda. Tidak perlu menunggu ‘tembus’ dulu. Penggantian celana dalam akan membantu area Miss V tetap kering dari keringat.
     Pantyliners
Demikian juga untuk penggunaan pantyliners, tidak ada larangan jika Anda ingin menggunakannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah tingkat alergi Miss V Anda terhadap sebuah produk pantyliners. Sedikit berbeda dengan penggunaan pembalut, penggunaan pantyliners sebaiknya diganti setiap kali setelah Buang Air Kecil (BAK). Untuk pencegahan alergi, sebaiknya tidak perlu menggunakan pantyliners setiap hari. Cukup gunakan pada hari-hari menjelang dan sesudah masa menstruasi Anda.
     Sabun
Jika ingin menggunakan sabun khusus area Miss V, sebaiknya pilih yang mengandung bahan herbal, misalnya sirih. Untuk membersihkan Miss V, sebetulnya menggunakan air yang mengalir saja sudah cukup, sehingga penggunaan sabun khusus untuk perawatan daerah vagina ini tidak perlu dipakai setiap hari. Untuk penggunaan sabun khusus daerah kelamin, bedakan penggunaannya dengan sabun badan. Kalaupun menggunakan sabun yang sama, pastikan sabun batang tersebut itu dibilas setelah digunakan. Hal ini untuk menghindari perpindahan bakteri dan kuman dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemisahan sabun juga diperlukan untuk sabun cuci tangan setelah buang air besar (BAB). Tempatkan sabun ini di dalam botol dengan pompa selang.
 4. Tindakan khusus
Keputihan merupakan hal yang normal bagi perempuan, apalagi menjelang dan sesudah masa menstruasi. Jika terjadi keputihan, bisa jadi itu merupakan alergi dari produk penunjang yang digunakan. Namun jika keputihan tidak kunjung berhenti, lendir yang keluar berwarna gelap dan mulai berbau serta mulai timbul rasa nyeri di perut bagian bawah, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk perempuan yang sudah menikah, sisihkan waktu dan dana untuk pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk deteksi gejala awal kanker mulut rahim atau kanker rahim. “Tidak perlu takut, karena pemeriksaan ini adalah salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan Miss V”, jelas Sri Rejeki, SST, MMKes, seorang dosen di STIKes Immanuel, Bandung. Berkonsultasilah dengan dokter jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Intinya adalah selalu jaga kebersihan dan kesehatan tubuh Anda sendiri. Sama seperti halnya mandi, membersihkan dan merawat daerah vagina juga perlu dilakukan setiap hari. Tips lainnya untuk Anda, selalu sedia celana dalam dalam tas Anda sedang maupun tidak sedang menstruasi. Serta gunakan Pembalut dan Pantyliner yang bebas daur ulang dan bebas DIOKSIN.
Solusi Sehat Atasi Keputihan, Cegah Kanker Serviks dengan Natesh Sanitary Pads Klik Disini

Sumber: http://tipsmengatasikeputihan.com

Rabu, 22 Mei 2013

Gatal Saat Haid

Secara umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga berlaku bagi kesehatan organ intim, apalagi buat para perempuan dan tinggal di daerah tropis. Udara yang panas cenderung lembab sering membuat kita merasa gerah dan mudah berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama di bagian tubuh yang tertutup dan lipatan-lipatan tubuh, yang akan menyebabkan bakteri mudah berkembang biak, menimbulkan bau yang tidak sedap dan gatal serta menimbulkan penyakit.



Kesehatan organ intim (pada wanita) yakni vagina sangatlah penting. Vagina yang sehat dan bersih memiliki keseimbangan kimiawi yang bersifat asam dengan pH 3.5, dimana dalam situasi asam ini bakteri baik yang ada di dalam vagina mampu membersihkan vagina secara optimal sehingga keseimbangan kelembaban di vagina selalu terjaga. Keluhan yang sering dialami pada vagina seperti rasa gatal, muncul bintik-bintik seperti jerawat, keluarnya cairan keputihan (tidak normal) atau infeksi vagina lainnya pada umumnya disebabkan karena kebersihan dan kelembaban vagina yang sedang terganggu, salah satunya adalah di saat perempuan sedang mengalami menstruasi dan keputihan.


Menjelang atau disaat menstruasi, sebagian besar perempuan secara normal akan mengalami keluarnya lendir keputihan. Jadi bisa dibayangkan, cairan keputihan yang keluar beberapa hari menjelang menstruasi dan dilanjuti dengan keluarnya darah menstruasi, tentunya kondisi seperti ini akan meningkatkan resiko terganggunya keseimbangan kelembaban di daerah vagina terlebih jika perempuan tidak memperhatikan kebersihan daerah vagina dengan baik sehingga muncullah beragam keluhan seperti yang dikatakan ssebelumnya.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan perempuan dalam menjaga kebersihan khususnya daerah vagina di saat mengalami keputihan dan menstruasi adalah :
  1. Secara teratur membasuh bagian di antara vulva (bibir vagina) dengan hati-hati menggunakan air bersih setiap habis buang air kecil, buang air besar, ketika mandi, dan saat menganti pembalut atau pantyliner, tujuannya adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva di luar vagina. Bagian dalam vagina biasanya akan mampu menjaga kebersihannya sendiri.
  2. Dianjurkan saat membasuh vagina dengan cara yang benar yakni dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina. Setelah itu, sebelum pakai celana lagi, keringkan dulu dengan menggunakan handuk atau tisu yang tidak berparfum.
  3. Gantilah sesegera mungkin pembalut atau pantyliner jika sudah merasakan tidak nyaman atau lembab terutama di saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya (hari ke 1-3 menstruasi) dengan frekuensi pergantian yang dianjurkan yakni tiap 1-2 jam sekali. Jika sudah dirasakan berkurang darah menstruasi yang keluar, frekuensi mengganti pembalut yang dianjurkan bisa tiap 3-4 jam sekali namun semua itu tergantung dari jumlah darah menstruasi dan seberapa sering kamu buang air atau padat tidaknya akifitas disaat itu. Jika frekuensi mengganti pembalut terlalu lama dan darah menstruasi lagi banyak-banyaknya, maka “tampungan” darah didalam pembalut akan menjadi sumber penyakit (bakteri) dan meningkatkan suasana “lembab” di daerah vagina yang akhirnya sering terasa gatal di saat menstruasi, kemudian di garuk dan lecet – infeksi.
  4. Pilihlah jenis pembalut atau pantyliner yang menurut kamu nyaman dan tidak menimbulkan iritasi pada daerah kulit sekitar vagina.
  5. Gunakanlah celana dalam dari bahan katun agar bisa menyerap keringat dan tidak menambah lembab daerah intim disaat menstruasi, gantilah celana dalam jika sudah merasa tidak nyaman.
  6. Sebisa mungkin batasi dulu menggunakan celana jeans yang terlalu ketat di saat menstruasi.
  7. Minumlah air putih yang cukup serta konsumsi makanan yang sehat dan berserat untuk membantu tubuh agar tetap sehat setiap hari.
Sumber: http://lira-y-fkm11.web.unair.ac.id/

Ladies, Jangan salah memilih pembalut ya. Natesh pembalut yang bebas daur ulang & bebas DIOKSIN, mencegah gatal dan bau tidak sedap saat haid.
Selengkapnya cek: www.tokopembalut.com

Senin, 06 Mei 2013

Tips Kenali Pembalut Wanita ( Bahaya Kanker Serviks)


Rachmad Poedyo Armanto, SpOG, sebenarnya tak ada kategori khusus dalam hal pemilihan pembalut wanita. Namun yang terpenting adalah pembalut tersebut dapat menyerap darah haid secara optimal.

Menurut Dr. Boyke, pemberian pemutih atau pewangi buatan pada pembalut, maka dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi, yang bisa berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi.

FAKTA TENTANG PEMBALUT WANITA

1. Ada pembalut tidak menggunakan bahan baku kapas 100 %

2. Ada pembalut yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang untuk menjadikannya bahan dasar guna menghemat biaya produksi.

3. Bahan baku tersebut mulai dari kertas koran, kardus, dan karton bekas yang penuh dengan bakteri, kuman dan bau.

4. Dalam proses daur ulang banyak zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau.


• Pembalut Wanita yang putih bersih itu mengandung Dioxin “kimia pemutih” yang bisa mengakibatkan penyakit kanker rahim

• Pembalut wanita yang putih bersih itu disetiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus

• Pembalut Wanita yang putih bersih itu yang terbuat dari kertas putih seharusnya ada masa kadarluarsanya

• Studi Environmental Protection Agency (EPA) USA mengatakan “lambat tapi pasti” bila Dioxin itu dapat meracuni kulit

• Toxin Shock Syndrome dialami wanita yang mengalami menstruasi karena penggunaan pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Kemungkinan wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83% dikarenakan 62% memakai pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Infeksi parah yang terjadi diliang vagina bisa menyebabkan infeksi saluran kemih yang dapat menggangu kerjanya ginjal

Apakah anda mengetahui jenis pembalut / pantyliner yang anda gunakan?

Hampir semua wanita tidak mengetahui jenis pembalut yang mereka gunakan. Para wanita lebih mengenal harga pembalut yang mereka gunakan tanpa tau resiko yang mereka hadapi.

Cara mengecek kualitas pembalut:

1. Suntikkan 35 – 50 ml/cc air pada permukaan pembalut (air sebagai pengganti darah).

2. Diamkan beberapa saat lalu tekan selembar tissue yang di taruh pada permukaan pembalut. Ini adalah posisi saat wanita duduk, ada tekanan pada pembalut.

3. Apa yang anda rasakan? Apakah tissue anda basah? Kalau tissue anda basah, ini menandakan daya serap pada pembalut kamu kurang baik.

Coba anda bayangkan, setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang permukaan atasnya selalu basah!

1. Siapkan ½ (setengah) gelas air putih, usahakan gunakan gelas yang bening atau transparan dan alat pengaduk (contoh: sumpit).

2. Sobek pembalut anda dan ambil bagian inti di dalamnya (bahan penyerap, kapas). Masukkan ke dalam gelas berisi air sebagian dari bagian inti pembalut anda, lalu aduk.

3. Apa yang anda lihat? Apakah bagian inti pembalut anda hancur, seperti pulp kertas dan air berubah menjadi keruh? Kalau jawabannya iya, ini menandakan pembalut kamu menggunakan bahan yang kurang berkualitas, kertas daur ulang.

Coba anda bayangkan setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang terbuat dari kertas daur ulang, bahan kurang berkualitas dengan proses pembuatan menggunakan bahan kimia yang berbahaya!?

    Sumber: http://my.opera.com/Riena1/blog/2012/01/24/tips-kenali-pembalut-wanita-bahaya-kanker-serviks

Rabu, 24 April 2013

Pembalut Wanita Yang Aman dan Baik

Apakah Anda Tahu, Betapa Jahatnya Pembalut Biasa Yang Anda Gunakan Sehari-hari?

Pembalut wanita adalah termasuk produk “cepat saji” dan produk sekali pakai. Karena itu, untuk menghemat biaya produksi, para produsen pembalut kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar pembalut wanita.
Pembalut wanita merupakan produk yang sangat besar pasarnya serta merupakan produk sekali pakai, oleh karena itu untuk menghemat biaya produksi, industri pemblaut wanita biasanya menggunakan produk daur ulang dari sampah kertas bekas sebagai bahan dasar dari pembalut wanita yg saat ini banyak beredar di pasaran.

bahan pembuat pembalut adalah kertas bekas, koran bekas, hingga kardus bekas.
Karena menggunakan bahan kertas daur ulang tentunya dibutuhkan suatu proses dengan bahan kimia untuk membuat kertas daur ulang tersebut menjadi berwarna putih, membunuh bakteri-bakteri, serta menghilangkan bau sampahnya.



Adakah suatu cara untuk membuktikan bahwa pembalut yang biasa saya gunakan terbuat dari sampah kertas daur ulang serta mengandung bahan-bahan kimia yg sangat berbahaya bagi organ reproduksi ?
Sebagian besar wanita tidak tahu bahwa pembalut yg mereke gunakan sehari-hari selama ini terbuat dari bahan-bahan yg sangat tidak layak pakai. Banyak wanita yg membeli pembalut biasa / panty liners biasa yg ada dipasaran karena mereka hanya memikirkan harga yg murah dan sudah cukup enak dipakai, tapi tanpa mengetahui sedikitpun ancaman kesehatan organ reproduksi yg sedang mengancam mereka.


Coba lakukanlah pengujian sebagai berikut:
  1. Sobek produk pembalut yang biasa anda gunakan, ambil bagian inti di dalamnya.
  2. Ambil air putih segelas. Sebisamungkin gunakan gelas yang transparan sehingga lebih jelas.
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  4. Lihat perubahan warna dalam air.
  5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung bahan pemutih.
  6. Anda akan menemukan gulungan kertas dan bukan kapas.
  7. Bahan pemutih tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/serviks dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya.

FAKTA 1:
Pembalut biasa yang ada di pasaran mengandung dioksin yang dipakai pada bahan pemutih.

Apakah Dioksin Itu, dan Apa Akibat yang Ditimbulkan Kalau Organ Intim Saya Terpapar Oleh Bahan Kimia Ini?

Hasil-hasil riset tentang dioksin berikut menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas:
  • Dioksin merupakan produk sampingan dari proses pemutihan yang digunakan dalam pembuatan produk kertas, termasuk tampon, sanitary pads (pembalut), panty liners, dan popok diapers. (Kongres Tampon Safety and Act, 1999)
  • Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (Endometriosis Association, 2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, sistem endokrin, reproduksi, fungsi imunitas dan faktor pertumbuhan (Jurnal Environmental Health Perspective, 1995)
  • Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endokrin pada berbagai tahap kehidupan yang meningkatkan risiko gangguan dan kondisi yang berkaitan dengan masalah hormon seperti ketidakteraturan siklus menstruasi, infertilitas/mandul, endometriosis, gangguan autoimun dan kanker sistem reproduksi. (National Institute of Health, 2005)
  • Dalam penelitian in vitro dan in vivo (dicobakan ke hewan), paparan 2,3,7,8-TCDD (senyawa klorin) positif merusak hingga ke tingkat genetik seperti kerusakan DNA, mutasi gen, pertukaran kromatid saudara dan transformasi sel. (IARC, 1997)
  • Paparan dioksin dalam kadar tinggi, selain berisiko menimbulkan kanker dan non kanker juga mengganggu pertumbuhan/perkembangan janin, bayi/anak, karena dioksin dapat ditransfer melalui plasenta dan ASI. (Tampon Safety and Act Congress, 1999)
  • Ambang batas dioksin dalam tubuh manusia adalah 1 pikogram/kg berat badan. (EPA, 1987)
  • Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang. (Dioksin in American Sanitary products, 1998)
  • Butuh minimal 8 tahun dari 50% dioksin dikeluarkan tubuh. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Salah satu sumber dioksin adalah bahan pemutih, bleaching, bubur kertas. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Paraahli kesehatan merekomendasikan pemakaian pembalut yang tidak diberi pemutih dan serat sintetik, karena pemutih dapat menyebabkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, kanker mulut rahim/serviks, kanker payudara. (Tampon Safety, 2003)
Bagaimana Dioksin Masuk ke Rahim?
Bila darah haid (bersifat panas) jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Uap dioksin masuk ke liang vagina, terus masuk ke serviks bahkan ke rongga rahim bahkan sampai ke ovarium. (YLKI)

FAKTA 2:
Bahan pemutih yang mengandung dioksin meningkatkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, keputihan, kanker mulut rahim/serviks, dan kanker payudara.


Fakta-fakta Tentang Kanker Mulut Rahim/Serviks

  • Kanker serviks (mulut / leher rahim) adalah penyakit pembunuh wanita no 1 di dunia dengan jumlah penerita 630 juta (WHO).
  • Setiap hari kanker serviks merenggut nyawa 600 wanita di dunia dan 20 wanita Indonesia(YKI).
  • Menyerang 50% wanita usia 35-55 tahun, 50% lagi di bawah 35 tahun.
  • Di Indonesia, setiap hari 41 wanita terdeteksi kanker serviks (YKI).
  • Indonesiaadalah negara dengan insiden kanker serviks tertinggi di dunia (WHO).
  • Peluang meninggal bila seorang wanita terdiagnosa kanker ini adalah 66%.

Apakah Hubungan Antara Kanker Serviks dan Pemakaian Pembalut yg Mengandung Bahan Kimia Dioksin ?

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Infeksi HPV sebenarnya hal yang biasa terjadi. Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Kebanyakan orang dewasa telah terinfeksi HPV pada suatu saat dalam kehidupan mereka. Tetapi tidak semua wanita yang terinfeksi oleh virus ini menderita kanker serviks. Ada beberapa kombinasi faktor-faktor tambahan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit ini, yaitu antara lain: kebiasaan merokok, melemahnya sistem kekebalan tubuh, adanya infeksi bakteri/virus lain dalam tubuh, kurangnya kebersihan, dan paparan bahan kimia.

Hentikan Penggunaan Pembalut Biasa Sekarang Juga!

Hanya Gunakan Pembalut yg Sehat !

Natesh adalah pembalut dan Pentyliner terbaik untuk semua wanita, karena terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari bahan pemutih (Zat Dioksin), mengandung nano silver untuk membunuh kuman, selain itu terdapat FIR, anion, dan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi dan mengatasi masalah menstruasi seperti nyeri haid.

 

 

sumber : http://mypembalutanion,com/pembalut-wanita-yang-baik/

Senin, 15 April 2013

Hati-hati Pembalut Perempuan Penyebab Kanker


Kanker Serviks saat ini telah menjadi pembunuh utama bagi kaum perempuan selain Kanker Payudara. Di dunia, setiap dua menit ada perempuan yang meninggal karena kanker serviks, sedangkan di Indonesia setiap jam selalu ada yang meninggal dunia.


Dan tahukah anda bahwa pembalut perempuan ternyata bisa sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya kanker serviks ? Ya, zat DIOKSIN atau pemutih barang bekas inilah yang dapat menyebabkan kanker serviks.Memang tidak semua pembalut perempuan mengandung dioksin, tapi jika anda tidak hati-hati, maka bisa berakibat fatal bagi kesehatan anda.

Pembalut perempuan yang banyak beredar saat ini umumnya terbuat dari katun, rayon, atau campuran rayon dan kapas. Rayon terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pulp kayu. Nah, untuk mendapatkan bahan baku rayon untuk tampon dan pembalut ini, umumnya perlu dilakukan proses pemutihan pulp kayu (bleaching) dan pemurnian. Di bawah ini ada beberapa cara pemutihan yang dilakukan, yaitu :


1. Pemutihan menggunakan gas klorin. Proses ini dapat menghasilkan dioksinsebagai produk sampingannya. Proses ini digunakan oleh pemasok bahan baku rayon untuk tampon di masa lalu. Diperlukan beberapa proses berikutnya untuk menghilangkan dioksin. Di Amerika, proses ini tidak boleh lagi digunakan oleh produsen pembalut wanita atau tampon dan sanitary napkins lainnya.
2. Pemutihan yang bebas elemen klorin. Pemutihan ini tidak menggunakan gas klorin, tetapi menggunakan hidrogen peroksida. Proses ini tidak menghasilkan dioksin sebagai kontaminan, sehingga sering pula disebut proses pemutihan bebas dioksin.
Dari sinilah nampaknya kemudian muncul rumor bahwa pembalut wanita mengandung dioksin. Beberapa tahun yang lalu, FDA meminta produsen besar pembalut untuk menguji produk mereka terhadap dioksin menggunakan metode analisis yang disetujui oleh US EPA (Environmental Protection Agency). Data menunjukkan bahwa tingkat dioksin dalam rayon berkisar dari tidak terdeteksi sampai dengan 1 bagian dalam 3 triliun, jauh di bawah ambang batas yang menempatkan konsumen pada risiko kanker. FDA telah menetapkan bahwa dioksin terdapat pada rayon terdapat pada tingkat yang sangat rendah yang tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Dioksin itu apa sih ?

Dioksin merupakan bahan pencemar lingkungan. Dioksin menjadi perhatian karena mereka sangat beracun. Percobaan telah menunjukkan bahwa mereka dapat mempengaruhi sejumlah organ dan sistem. Setelah dioksin memasuki tubuh, mereka bertahan lama karena stabilitas kimia dan kemampuan mereka untuk diserap oleh jaringan lemak, di mana mereka kemudian disimpan dalam tubuh. Waktu paruh mereka di dalam tubuh diperkirakan 7-11 tahun.

Dalam lingkungan, dioksin cenderung menumpuk dalam rantai makanan. Semakin tinggi posisi dalam rantai makanan, semakin tinggi konsentrasi dioksin. Nama kimia untuk dioksin adalah: 2,3,7,8 – tetrachlorodibenzo para dioksin (TCDD).Nama “dioksin” sering digunakan untuk keluarga poliklorinasi dibenzo dioksin (PCDDs) dan poliklorinasi dibenzofurans (PCDFs) yang memiliki kemiripan struktur kimia. Dioksin tertentu seperti polychlorinated biphenyls (PCB) dengan sifat racun serupa juga termasuk dalam istilah”dioksin”. Ada 419 jenis senyawa sejenis dioksin yang telah diidentifikasi, tetapi hanya sekitar 30 di antaranya yang dianggap memiliki toksisitas yang signifikan, dimana TCDD adalah yang paling beracun.

Dioksin merupakan produk sampingan utama dari proses-proses industri, tetapi juga dapat merupakan hasil dari proses alam, seperti letusan gunung berapi dan kebakaran hutan. Dioksin merupakan senyawa samping yang tidak diinginkan dari berbagai proses manufaktur termasuk peleburan, pemutihan klorin pulp kertas dan pembuatan beberapa herbisida dan pestisida. Dalam hal pelepasan dioksin ke lingkungan, insinerator limbah yang tidak terkontrol (limbah padat dan limbah rumah sakit) sering menjadi penyebab utama karena pembakaran yang tidak sempurna. Meskipun pembentukan dioksin adalah lokal, distribusinya ke dalam lingkungan bersifat global. Dioksin ditemukan dalam lingkungan di seluruh dunia. Tingkat tertinggi dari senyawa ini ditemukan pada sedimen, tanah dan makanan, terutama produk susu, daging, ikan dan kerang. Tingkat yang sangat rendah ditemukan pada tanaman, air dan udara.

Paparan jangka pendek dioksin kadar tinggi pada manusia dapat mengakibatkan lesi kulit, seperti chloracne (sejenis jerawat akibat paparan senyawa halogen, termasuk dioksin) dan penggelapan warna kulit, dan gangguan fungsi hati.
Sedangkan paparan jangka panjang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, perkembangan sistem saraf, sistem endokrin dan fungsi reproduksi. Paparan kronis dioksin pada hewan telah mengakibatkan beberapa jenis kanker. TCDD dievaluasi olehBadan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) WHO  pada tahun 1997. Berdasarkan data hewan dan pada data epidemiologi manusia, TCDD diklasifikasikan oleh IARC sebagai “karsinogen bagi manusia” .

Bagaimanakah Cara Menguji Pembalut Perempuan Berdioksin ?

Walaupun belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun perempuan diminta hati-hati jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks.
Untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Caranya adalah   lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Satu jam kemudian perhatikan, lapisan dalam tersebut pasti akan hancur jika terbuat dari kertas daur ulang, tapi jika air rendamannya jadi sangat keruh keputihan, itu artinya pembalut anda tidak aman karena mengandung dioksin atau zat pemutih yang banyak.

Tapi bagaimana jika hancur tapi air tidak keruh? Dalam hal ini bisa dikatakan pembalut anda masih juga kurang aman karena jika hancur sudah berarti berbahan dasar kertas daur ulang. Kita tidak dapat memprediksi seberapa besar kadar dioksinnya, karena pengetesan ini sekedar pengetesan yang sederhana tanpa bantuan alat lab yang canggih. Jadi intinya, jika tidak hancur dan air tetap jernih, maka pembalut itu aman dipakai.

Produk pembalut perempuan yang berkualitas buruk yang mengandung dioksin  sering menyebabkan bagian intim organ perempuan selalu mengalami banyak masalah. Seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, serta memicu terjadinya kanker serviks. Menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per millimeter persegi ditemukan diatas pembalut perempuan.Kondisi inilah yang membuat pembalut menjadi sarang pertumbuhan bakteri merugikan. Jadi bagi para perempuan, berhati-hati dalam memilih pembalut yang akan digunakan adalah pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan dirinya di masa yang akan datang.

*Dari berbagai sumber
Ditulis oleh : Dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)
http://www.lkc.or.id/2013/03/28/hati-hati-pembalut-perempuan-penyebab-kanker/

Rabu, 10 April 2013

Wanita Menopause rawan Kanker??

Banyak wanita yang memasuki masa menopause merasa gelisah, padahal menopause adalah sebuah kondisi yang pasti akan dilewati seorang wanita. Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), keringat berlebihan di malam hari (night sweat), jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi dan mudah tersinggung. Menopause terjadi dalam rentang usia antara 40-65 tahun. Seorang wanita dikatakan menopause jika dalam rentang mengalami tidak haid lagi selama 12 bulan terakhir. Jika diperiksa dilaboratorium menunjukkan kadar FSH (Follicle stimulating hormone) (>20 IU/ml) dan estrogen rendah (> 50 pq/ml).
Kadar estrogen yang sangat rendah pada wanita menopause (dan akan lebih turun lagi pada post menopause) sehingga cairan vagina akan berkurang, sel epitel vagina menipis, dan mudah cedera. Sehingga wanita menopause rentan terhadap infeksi saluran kemih, inkotinesia (sulit menahan buang air kecil) dan kulit menjadi keriput.
Walau sudah menopause, kesehatan reproduksi wanita mesti tetap dijaga. Penyakit berbahaya yang dapat menyerang wanita menopause adalah:

  1. Kanker serviks / mulut rahim. Gejala lain dari kanker serviks setelah menopause bisa nyeri panggul, peningkatan keputihan (pucat, berair, merah muda, coklat, berdarah, atau berbau busuk), dan pendarahan setelah hubungan seksual. Sayangnya, karena gejala kanker serviks setelah menopause jarang terjadi sehingga baru akan diketahui jika sudah memasuki stadium lanjut. Tanda-tanda lain yaitu: nyeri punggung, patah tulang, kelelahan, bocornya urin atau feses dari vagina, kaki sakit, kehilangan nafsu makan, nyeri panggul, kaki bengkak, berat badan menurun. Di Indonesia saja, setiap jam 1 wanita meninggal akibat kanker dan penderita kanker serviks baru bertambah 1 orang. Faktor pemicu kanker seviks adalah aktif secara seksual sejak dini, sering ganti pasangan   seksual, merokok, pernah terinfeksi PMS, penggunaan pil KB dalam jangka panjang,   penggunaan pembalut/pantyliner yang tidak berkualitas/mengandung dioksin

  2. Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Kanker ini paling sering ditemukan pada wanita usia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita dapat terserang kanker ini. Faktor resiko terjadinya kanker ini yaitu konsumsi obat kesuburan, pernah menderita kanker payudara, punya riwayat keluarga dengan kanker payudara/kanker ovarium, riwayat keluarga yang pernah menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim (sindroma Linch II) dan juga karena tumpukan toksin selama puluhan tahun di dalam tubuh. Di Amerika, pada 1998 tercatat 25.400 kasus kanker ovarium. Hanya sekitar 25-30 persen saja penderita kanker ovarium yang dapat terdiagnosa pada stadium awal. Gejala yang dapat terjadi pada wanita dengan kanker ini adalah: panggul terasa berat, pendarahan pervaginam, perut kembung, nafsu makan berkurang, berat badan turun, anemia,
    mual, muntah, tidak mampu mencerna makanan seperti biasanya.
Di sadari atau tidak, kedua penyakit tersebut sebenarnya menghantui para wanita menopause. Pencegahan tetap diperlukan tidak hanya pada saat wanita sudah mengalami masa pre menopause, tetapi juga sebelum itu. Untuk itu, pencegahan dilakukan dengan cara hidup sehat, misalnya dengan makan makanan yang bergizi, menghindari stress, tidak merokok dan minum alkohol, setia kepada pasangan, dan juga menggunakan bahan-bahan yang tidak mengandung toksin yang dapat merusak sistem reproduksi wanita. Salah satunya adalah penggunaan pembalut dan pantyliner yang bebas dioksin. Selain itu, dapat pula ditambahkan keistimewaan lain, misalnya dengan adanya Nano Silver (partikel perak/silver berukuran 10 pangkat minus 9) yang sangat bermanfaat sebagai pelindung/antibiotik alami. Penggunaan yang teratur dapat membantu mencegah dari menderita kedua penyakit itu di masa pre, menopause dan post-menopause.

Sumber: medica store, harian waspada

Senin, 08 April 2013

Pembalut Natesh dapat melindungi dari bahaya kuman, jamur, dan lain lain dari Toilet Umum

Penggunaan toilet sudah menjadi kebutuhan sendiri ditengah-tengah semakin banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah. Toilet yang bersih, adalah pilihan kita , akan tetapi sebagaimana bersihnya toilet tidak berarti bebas kuman. Pada sebuah penelitian ditemukan setidaknya 21 jenis bakteri dan 2 jamur di area tersebut (majalah dokter kita). “Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70 persen Candida albicans. Sedangkan air yang mengalir dari keran toilet umum mengandung kurang lebih 10-20 persen.”.Keberadaan kuman tersebut jangan dianggap sepele karena dapat mengganggu kesehatan, terutama organ intim wanita.
Beberapa penyakit yang langsung bisa ditimbulkan akibat toilet yang kurang bersih:
  1. Infeksi kulit di sekitar vagina dan vagina. Keluhan yang ditimbulkan biasanya gatal-gatal pada area vagina, keputihan, bintik merah, dan lainnya
  2. Infeksi kulit di area selangkangan (antara vagina dan dubur). Daerah ini rentan kena jamur karena bersentuhan langsung dengan dudukan toilet.
  3. Memicu timbulnya gangguan infeksi saluran kemih/kencing, biasanya disebabkan oleh bakteri E.coli yang banyak ditemukan di toilet.
Untuk wanita yang aktif dan menggunakan toilet bersama (umum) umumnya suka menggunakan pantyliner dan diganti setelah mulai basah/lembab. Ternyata, pantyliner dapat bermanfaat untuk mengurangi bahaya dari efek samping infeksi jamur akibat seringnya penggunaan toilet umum, asalkan pantyliner nya itu berkualitas, inovatif, bukan terbuat dari bahan-bahan bekas/daur ulang, dan mengandung efek terapi. Mencermati hal diatas, maka Pantyliner Natesh sangat cocok untuk digunakan. Dalam pantyliner Natesh terdapat Nano silver yaitu partikel yang dapat dipecah hingga ukuran Nano (1 per semilyar) dan sudah lama digunakan dalam dunia medis china kuno sejak ribuan tahun yang lalu selain itu, dapat dipecah hingga ukuran 25 nm (nano meter).
Keunggulan Nano silver dalam Pantyliner Natesh:
  1. Daya buuh bakteri nya luas dan tinggi/kuat.
  2. Daya aksinya 6x dari antibiotik
  3. Tidak beracun (depkes USA tahun 1990)
  4. Tidak merangsang alergi kulit
  5. Bebas toleransi, efektif dan tidak berbahaya
  6. Mempercepat penyembuhan luka (merangsang pertumbuhan sel)
  7. Mampu membasmi beratus-ratus bakteri, fungi jahat, mikroorganisme dan infeksi lainnya.
Dengan banyaknya manfaat Nano silver dalam pantyliner Natesh maka tidak perlu khawatir lagi terhadap penggunaan toilet umum.


Kamis, 04 April 2013

Menstruasi Tidak Boleh Minum Air Es….??



Banyak kabar seputar haid yang dipercaya masyarakat, seperti tidak boleh minum air es saat haid, karena bisa menyebabkan darah haid keluar tidak lancar dan meninggalkan sisa di dinding rahim. Benarkah seperti itu?
Akibat anggapan itu banyak perempuan yang takut minum air es saat sedang datang bulan alias menstruasi, karena beranggapan air es dapat membuat darah haid mampet. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi karena banyak yang beranggapan bahwa darah haid yang bersisa dirahim tersebut dalam waktu 5 tahun atau lebih dapat menyebabkan kista bahkan tumor dan kanker rahim.
Anggapan tersebut hanyalah mitos. Tidak ada hubungan antara proses menstruasi dan air es, karena menstruasi berhubungan dengan hormon tubuh yaitu estrogen. Menurut dr. Taufiqurrahman, Sp.OG., tidak ada hubungannya antara minum es pada saat haid dengan kista atau kanker rahim pada perempuan. Karena kedua penyakit tersebut sebagian besar disebabkan faktor hormon.
Dari pada cemas dengan mitos yang tidak ada buktinya. Justru yang perlu diperhatikan oleh kaum wanita adalah fakta penelitian yang menunjukkan bahwa gangguan reproduksi seperti kista, mioma, endometriosis sampai kanker serviks ternyata berhubungan dengan kualitas pembalut, terutama pembalut yang dibuat dari bahan daur ulang yang mengandung zat pemutih dan menyisakan dioksin. Dioksin ini yang dapat memicu gangguan organ reproduksi.
Natesh merupakan pembalut dan pentyliner yang terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari zat pemutih atau dioksin, mengandung nano silver untuk membunuh kuman, FIR, anion dan herbal untuk kesehatan organ reproduksi anda.

Sumber : detikhealth.com
Radarlampung.co.id

Senin, 01 April 2013

Mengatasi Gejala Siklus Menstruasi Pada Pendarahan



Catat setiap bulan saat mengalami haid, tandai setiap bulan dan tanggal menstruasi. Bila siklus teratur, jadi bisa diperkirakan saat akan terjadinya menstruasi berikutnya.
Adanya pencatatan, bisa digunakan untuk mengetahui pola gejala pramentruasi. Dengan catatan ini, bisa disimpan untuk bisa mengetahui tanggal yang jadi, dalam hal bila ada gejala pramenstruasi
Kesehatan tubuh juga bisa mempengaruhi, perubahan bulanan menstruasi. Dengan  berolahraga, makan makanan yang sehat, membatasi alkohol dan kafein asupan, dan mengurangi stres. Nonprescription penghilang rasa sakit juga dapat membantu mengurangi beberapa gejala.

Obat nyeri haid pada perdarahan
Cobalah obat nonprescription untuk membantu meringankan rasa sakit dan pendarahan. Mulai mengambil dosis yang dianjurkan pereda nyeri ketika gejala mulai atau 1 hari sebelum periode menstruasi  dimulai. Jika  mencoba untuk menjadi hamil, rundingkandengan dokter  sebelum menggunakan obat apapun.
Obat anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen (misalnya, Advil), mengurangi kram menstruasi, nyeri, dan perdarahan dengan menurunkan tingkat hormon prostaglandin. 6, 7
Jika NSAID tidak mengurangi rasa sakit, cobalah asetaminofen, seperti Tylenol.
jika  mengunakan obat,Minum obat selama gejala biasanya akan bertahan.
Pastikan untuk mengikuti semua  pentunjuk yang dianjurkan. Jangan mengambil aspirin jika  usai lebih muda dari 20 karena risiko sindrom Reye.

 Cara  meredakan kram menstruasi
  • Hangatkan bagian perut  untuk  itu pakailah  dengan bantal pemanas atau botol air panas, atau mandi air hangat. Panas menlancarkan  aliran darah dan dapat menurunkan nyeri panggul.
  • Berbaring dan mengangkat kaki  dengan menaruh bantal di bawah lutut.
  • Berbaringlah  miring kesisidan membawa lutut  ke arah dada. Ini akan membantu mengurangi tekanan balik.
  • Melakukan  olahraga teratur.  Agar peredaran dan  aliran darah  lancar,  bisa mengurangi  nyeri  membuat endorfin, dan  mengurangi rasa sakit.
Bila mengalami sakit pada vagina dan kram, coba gunakan pantyliner natesh.
Perawatan perdarahan menstruasi
Berbagai pilihan pantyliner dan pembalut herbal untuk perawatan perdarahan menstruasi. Ikuti semua petunjuk yang disertakan dengan produk pilihan Anda.
Pembalut berkisar dari kecil ke besar, untuk  yang bisa tembus dan kuat  menyerap.  Menempatkan pembalut dalam vaginanya dengan menggunakan tabung ramping (yang dikemas dengan pembalut) atau dengan menyelipkan dalam dengan jari. Pastikan untuk mengganti pembalut setiap 4 sampai 6 jam. Ini membantu mencegah kebocoran serta infeksi.
Pads berkisar dari tipis dan ringan dengan tebal dan superabsorben.  Berguna  agar tidak tembus pada pakaian, dengan atau tanpa menggunakan pembalut. Pads mungkin menjadi pilihan terbaik  untuk penggunaan di malam hari.
Apapun yang  digunakan, pastikan untuk mengubah secara teratur. Pembalut yang ideal untuk kegiatan yang bantalan tidak praktis untuk, seperti renang. Pembalut harus diganti setiap 4 sampai 6 jam, sehingga  tidak disarankan untuk digunakan malam hari. Mungkin diperlukan beberapa percobaan untuk menemukan produk perawatan yang tepat feminin.

Kram saat Siklus Menstruasi
Kebanyakan wanita mengalami kram yang menyakitkan  pada hari pertama saat darah haid. Untuk meredakan gunakan obat pereda nyeri yang dianjurkan.Istirahat dirumah untuk selama  ada gejala kram. Obat  nyeri mudah untuk  perawatan dirumah meredakan kram  perut.

 Gejala  Kram Menstruasi  
Kebanyakan wanita mengalami kram menstruasi yang menyakitkan (dismenore) dari waktu ke waktu. Kejang-kejang menstruasi adalah salah satu alasan paling umum bagi perempuan untuk mencari bantuan medis. Rasa sakit akibat kram menstruasi  berkisar dari ringan sampai berat dan  melibatkan perut bagian bawah, punggung, atau paha. Anda mungkin juga sakit kepala, mual, pusing atau pingsan, atau diare atau sembelit..
Selama siklus menstruasi, dinding rahim menghasilkan hormon yang disebut prostaglandin. Hormon ini menyebabkan rahim berkontraksi, sering menyakitkan. Wanita dengan kram parah dapat menghasilkan jumlah yang lebih tinggi dari normal prostaglandin, atau mereka mungkin lebih sensitif terhadap dampaknya.
Kram adalah umum selama masih remaja, ketika seorang wanita pertama dimulai mengalami haid. Primer Dismenore adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kram menstruasi yang menyakitkan tanpa penyebab fisik yang diketahui. Hal ini terlihat paling sering pada wanita antara usia 20 dan 24. Ini biasanya hilang setelah 1 sampai 2 tahun, ketika keseimbangan hormon terjadi.
Dismenore sekunder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kram menstruasi menyakitkan disebabkan oleh masalah fisik lainnya daripada menstruasi. Masalah fisik yang dapat menyebabkan jenis kram meliputi:
Kondisi A dalam mana sel-sel bahwa tampilan dan bertindak seperti sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) ditemukan di bagian lain dari rongga perut ( endometriosis ) atau tumbuh ke dalam jaringan berotot dari dinding rahim ( adenomiosis ). Nyeri biasanya terjadi 1 sampai 2 hari sebelum perdarahan menstruasi dimulai dan berlanjut sampai periode.
Pertumbuhan yang tidak kanker (pertumbuhan jinak) di panggul, seperti kista ovarium, serviks atau uterus polip, atau fibroid.
Panggul infeksi. Risiko untuk terkena infeksi lebih tinggi setelah pendarahan menstruasi mulai karena pembukaan ke rahim (serviks kanal) melebar saat menstruasi. Tapi infeksi panggul, terutama yang disebabkan oleh penyakit menular seksual, dapat terjadi setiap saat.
Menggunakan alat kontrasepsi (IUD). AKDR  menyebabkan kram meningkat selama periode  untuk beberapa bulan pertama penggunaan. Jika kram menstruasi terus-menerus atau semakin memburuk,  mungkin perlu mempertimbangkan memakai  IUD dilepas dan memilih lain metode pengendalian kelahiran.

Masalah kehamilan
Struktural masalah yang hadir pada saat lahir (bawaan), seperti penyempitan bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vaginanya (leher rahim).
Menstruasi tipe kram dapat terjadi setelah prosedur medis, seperti kauter, cryotherapy, conization, radiasi, biopsi endometrium, atau pemasangan AKDR.
Gejala menstruasi lain, seperti kenaikan berat badan, sakit kepala, dan ketegangan, yang terjadi sebelum haid dimulai, dapat disebabkan oleh sindrom pramenstruasi (PMS).

 Siklus Menstruasi  Normal
Siklus  haid teratur adalah “normal” di antara wanita menstruasi. Masalah siklus  panjang pada menstruasi normal untuk remaja dan wanita di usia 40-an. Untuk remaja, siklus normal bisa sesingkat 21 hari atau selama 45 hari . Jika Anda adalah seorang remaja, Anda dapat mengharapkan siklus bahkan keluar dari waktu ke waktu. Jika telah mendekati usia menopause,  dapat mengharapkan siklus haid menjadi lebih lama dan akhirnya berhenti. Jika  bukan seorang remaja dan tidak lebih tua dari 40 dan siklus lebih pendek dari 21 hari atau lebih lama dari 35 hari, ada kemungkinan bahwa  memiliki masalah yang perlu diperiksa oleh dokter.
Pemeriksaan kesehatan oleh dokter jika adanya  perubahan pola menstruasi atau jumlah perdarahan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Ini termasuk perdarahan menstruasi, selama tiga atau lebih siklus menstruasi.

Berlangsung lebih  7 hari
Apakah perubahan mendadak atau besar dari periode yang biasa  Sangat banyak. Ini berarti bahwa mengalami  gumpalan besar darah haid atau membasahi pembalut atau pembalut yang biasa setiap jam selama 2 jam atau lebih.

 Perhatikan Gejala lain
Pendarahan di antara periode menstruasi.  Nyeri panggul yang  berlangsung lebih lama dari satu hari.  tidak  bermasalah dengan perdarahan menstruasi. Bila telah menginjak usia 15 tahun dan belum mengalami haid. Harus dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Sumber : penyebab-keputihan[dot]com