Tampilkan postingan dengan label Infeksi Vagina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi Vagina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Keputihan Fisiologis dan Patologis

Keputihan adalah momok yang menakutkan bagi banyak wanita. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, keputihan sering membuat rasa percaya diri turun, terutama bagi wanita yang telah menikah. Keputihan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang harus diwaspadai (patologis).

Mana keputihan yang normal, mana yang harus mendapatkan perawatan dokter, Anda harus bisa membedakannya!
Dan penting untuk diketahui bahwa keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.


Keadaan normal pada kasus Keputihan terjadi beberapa hari pada masa sebelum subur, masa subur dan sesudah menstruasi. Terkadang pada saat sekitar masa subur itu ada lendir yang berlebihan, itu normal saja. dan biasanya tidak gatal, tidak berwarna dan tidak berbau. Sebaliknya keputihan patologis , adalah keputihan yang diakibatkan oleh infeksi pada vagina, bisa juga karena adanya benda asing dalam vagina. Infeksi ini sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa.


keputihan-patologis

Keputihan Fisiologis

Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Keputihan jenis ini akan terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi. Kondisi ini terjadi pada saat wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.
Ciri-ciri keputihan normal adalah:
  • Cairan encer
  • Warna cairan transparan atau bening
  • Cairan tidak lengket
  • Tidak bau
  • Tidak menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan yang keluar sedikit
Jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri di atas, tidak perlu panik. Hal ini normal terjadi setiap bulan. Jika Anda merasa tidak nyaman, basuh organ intim dengan air bersih, keringkan dengan handuk bersih dan ganti pakaian dalam Anda.

Keputihan Patologis
Keputihan jenis ini adalah keputihan yang tidak normal dan harus Anda waspadai. Beberapa keputihan jenis ini adalah sinyal penyakit di organ kewanitaan atau daerah rahim. Jika keputihan patologi terjadi pada ibu hamil, salah satu risikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi.
Ciri-ciri keputihan tidak normal adalah:
  • Cairannya kental
  • Biasanya berwarna putih susu, kuning, kehijauan atau keabu-abuan
  • Cairan terkadang lengket
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan banyak dan akan meninggalkan bercak pada pakaian dalam
Jika Anda mendapati ciri-ciri keputihan ini, saran terbaik kami adalah segera periksa ke dokter atau ahli kesehatan. Terlebih lagi jika keputihan yang Anda alami sudah sering terjadi. Seringkali wanita mencoba mengobati sendiri keputihan dengan minum obat, jamu atau memakai sabun pembersih kewanitaan yang justru bisa memperparah kondisi keputihan.

Didalam vagina sebetulnya terdapat berbagai macam bakteri, tetapi disana juga terdapat bakteri yang baik juga flora normal. Dalam vagina yang sehat tingkat keasaman nya adalah 3,5 sd 5,5 bila keasaman terganggu misalnya karena sabun kimiawi atau pembilas vagina (douch) kimiawi, atau juga cairan antiseptik, maka flora normalnya akan mati sehingga akan berkembang bakteri yang jahat. karena itu penggunaan douch dan cairan antiseptik harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau gunakan saja yang alami.

Bakteri jahat, kuman dan virus juga bisa terjadi karena hubungan seksual, atau dari closet dan alat mandi lainnya yang tidak higienis, bahkan keputihan juga bisa terjadi karena pemakaian celana dalam yang tidak bersih.
Keputihan yang dibiarkan sehingga menjadi ganas bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius seperti kanker leher rahim, gangguan kehamilan seperti kemandulan dan lain-lain

Sumber:  www.female.com

Walaupun tidak terlihat, selalu rawat dan sayangi organ kewanitaan Anda.
Mulai sekarang pilihlah Pembalut dan Pantyliner sehat, bebas bahan daur ulang dan bebas DIOKSIN.

Senin, 15 Juli 2013

Vaginistis : bahaya atau tidak ?

Artikel
Vaginitis: bahaya atau tidak?
 
Vaginitis (radang vagina) memang tidak sepopuler kanker serviks, kanker payudara, endometriosis, atau mioma. Tetapi penyakit ini tidak bisa disepelekan karena bisa menjadi pengantar dari penyakit-penyakit lain yang lebih serius. Vaginitis meski umumnya disertai dengan gejala tetapi dapat juga bersifat asimtomatik (tanpa gejala).
Gejala umum vaginitis:
  1. Iritasi dan / atau gatal-gatal dan nyeri pada daerah kelamin
  2. Peradangan (iritasi, kemerahan, dan pembengkakan yang disebabkan oleh adanya sel-sel imun yang berlebihan reaksinya) pada labia majora, labia minora, atau daerah perineum
  3. Cairan vagina yang berlebih
  4. Vagina berbau tidak sedap (busuk)
  5. Nyeri/iritasi saat berhubungan seksual
     Penyebab umum vaginitis:
  1. Bakteri vaginosis ,terjadi karena pertumbuhan berlebihan salah satu dari beberapa organisme yang ada dalam vagina (umumnya karena bakteri Gardnerella vaginalis). Normalnya jumlah bakteri 'baik' (lactobacillus) melebihi bakteri bakteri 'buruk' (anaerob) dalam vagina. Wanita yang berganti-ganti pasangan, serta wanita yang menggunakan alat kontrasepsi (IUD) memiliki risiko lebih tinggi terkena vaginosis bakteri.
  2. Infeksi jamur, terjadi ketika lingkungan yang normal dalam vagina mengalami beberapa perubahan yang memicu pertumbuhan berlebihan dari jamur, terutama Candida albicans,C tropicalis, dan C glabrata . Infeksi karena jamur juga dapat terjadi karena konsumsi obat-obatan misalnya golongan antibiotik dan steroid; perempuan dengan penyakit diabetes yang tidak terkontrol; perubahan hormonal karena kehamilan, penggunaan pil KB atau mendekati masa menopause.
  3. Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual umum yang disebabkan oleh parasit, dan biasa disebut Trichomonas vaginalis. Organisme ini menyebar selama hubungan seksual dengan seseorang yang sudah memiliki infeksi. Trikomoniasis biasanya menginfeksi vagina pada wanita dan sering tidak menggejala.
  4. Infeksi lain disebabkan oleh: chlamydia, mycoplasma hominis, herpes simpleks, campylobacter
  5. Penggunaan benda asing yang tidak higienis seperti tampon (pembalut), kondom, sisa tissue
  6. Semprotan vagina, douche, sabun wangi, deterjen wangi dan produk spermisida dapat menyebabkan reaksi alergi atau mengiritasi jaringan vulva dan vagina.
Bakteri vaginosis menyumbang 40-50% kasus vaginitis, kandidiasis vagina 20-25%, dan trikomoniasis, 15-20%. Seorang wanita mungkin memiliki kombinasi dari infeksi vagina pada satu waktu. Studi terakhir menunjukkan, bahayanya vaginitis pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi post partum (pasca melahirkan), penyakit radang panggul dan infertilitas.
Untuk saat ini, vaginitis dapat diobati yaitu dengan diberikan antibiotik/antijamur/anti virus sesuai dengan penyebabnya. Kebersihan vagina tetap menjadi nomor satu dalam perawatan keseharian. Hindari sumber/penyebab/pemicu vaginitis, diantaranya : tidak menggunakan vaginal douche (pembersih vagina menggunakan alat) atau sabun wangi atau alat atau senyawa kimia lain yang bisa mengiritasi vagina. Hindari membersihkan vagina dengan tissue karena tissue menggunakan pemutih. Pakailah pantyliner atau pembalut yang benar-benar higienis dan dari bahan baku bermutu tinggi, tanpa bahan daur ulang (bebas pemutih) yang dapat menyebabkan iritasi dan keputihan. Jika sudah terlanjur terkena vaginitis, tetaplah berobat ke dokter.

Untuk itu Kami menghadirkan NATESH, satu-satunya pembalut & pantyliner non dioksin (bebas pemutih) yang mengandung NANO SILVER. Nano Silver adalah senyawa antibiotik alami yang memiliki daya bunuh cepat penggunaan oral maupun topikal. Ukurannya yang lebih kecil dari jamur, bakteri bahkan virus membuat daya kerjanya sangat baik. NATESH juga mengandung FIR dan herbal-herbal yang baik untuk kesehatan vagina. 

Hentikan Penggunaan Pembalut Biasa Sekarang Juga!

Hanya Gunakan Pembalut yg Sehat !

Sumber : detik health, wikipedia
-->

Kamis, 06 Juni 2013

Vulvodynia: bagaimana mengatasinya??

Artikel
--> Vulvodynia: bagaimana mengatasinya??

Tidak banyak wanita tau tentang vulvodynia. Vulvodynia yaitu rasa sakit kronis di daerah sekitar pintu masuk vagina (vulva) yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Menurut Dr Rob Hicks dari BBC health, Vulvodynia dikenal sebagai vestibulodynia, sebuah ketidaknyamanan dan nyeri kronis yang dirasakan di vulva dan dapat masuk ke vagina dan uretra (saluran kemih). 

Pada sebagian besar wanita dengan kondisi seperti ini, tampilan vulva normal dan masalahnya terletak pada serabut saraf di seputar vulva. Meskipun nyeri dapat dirasakan di dalam vagina, masalah sebenarnya ada di luar. Vulvodynia sangat tidak nyaman untuk perempuan dan kondisinya bisa dalam jangka waktu bertahun-tahun. Ciri-ciri gejala menderita penyakit ini adalah rasa terbakar, menyengat, iritasi, sakit atau kementahan daerah genital. Rasa sakit dapat konstan atau mungkin hanya terjadi sesekali - ketika vulva disentuh, misalnya. Rasa sakit juga dapat dirasakan di sekitar uretra, bagian punggung, bagian atas kaki dan paha bagian dalam. Setiap wanita dapat memiliki gejala yang berbeda, dengan berbagai derajat keparahan yang berbeda pula.


Seperti kebanyakan kondisi sakit kronis, vulvodynia dapat mempengaruhi kualitas hidup, seperti mengurangi kenikmatan hubungan seksual serta mengganggu kegiatan sehari-hari. Beberapa wanita dengan vulvodynia tidak mampu untuk berolahraga, misalnya, atau mengendarai mobil. Untuk beberapa penderita, duduk bahkan menjadi tantangan.

Di amerika, diperkirakan sekitar 15% wanita nya menderita vulvodynia.
Tidak ada penyebab yang pasti dari vulvodynia. Tetapi secara umum, penyebabnya adalah alergi atau hipersensitivitas kulit lokal (sariawan pada vulva), cedera atau iritasi saraf di daerah sekitar vulva, infeksi vagina dan perubahan hormonal. Beberapa wanita terkena vulvodynia karena infeksi jamur atau vaginitis berulang. Penyakit ini tidak menular melalui hubungan seksual dan sama sekali bukan penanda kanker.

Vulvodynia dapat mempengaruhi perempuan dari segala usia, meskipun lebih sering terjadi pada wanita muda dan setengah baya. Ini lebih umum di kalangan wanita dengan kulit sensitif atau yang sedang stres, atau setelah melahirkan.

Karena kejadian ini dapat berulang, maka baiknya yang dapat dicegah dengan:
1. Pakailah pakaian katun dan longgar baik itu celana panjang atau rok
2. Hindari kertas toilet wangi, sabun bath tube, produk kesehatan feminin dan krim wangi atau sabun yang wangi.
3. Hindari atau batasi olahraga yang menempatkan tekanan langsung pada vulva, seperti bersepeda, atau apapun yang menyebabkan gesekan pada daerah vulva
4. Jangan duduk untuk waktu yang lama, atau menggunakan cincin karet untuk mengurangi tekanan

Dari sisi jika terkena vulvodynia karena infeksi saluran kemih atau vaginitis, tidak dianjurkan pula untuk memakai produk kesehatan wanita (misalnya pantyliner) yang dapat menambah derita. Tetapi, saat ini tidak perlu khawatir lagi, sudah ada Natesh pantyliner yang menggunakan bahan-bahan bermutu tinggi (bukan bahan bekas atau daur ulang); bebas dioksin yang dapat memicu iritasi dan gatal; terdapat Nano silver (ion perak yang dipecah per semilyar) yang sangat ampuh sebagai bahan antibiotik; lima herbal yang juga berfungsi untuk meredam gatal dan anti bakteri. Selain itu, Natesh juga tersedia tidak hanya dalam bentuk pantyliner, tapi juga pembalut.


sumber : bbc health



-->

Senin, 06 Mei 2013

Tips Kenali Pembalut Wanita ( Bahaya Kanker Serviks)


Rachmad Poedyo Armanto, SpOG, sebenarnya tak ada kategori khusus dalam hal pemilihan pembalut wanita. Namun yang terpenting adalah pembalut tersebut dapat menyerap darah haid secara optimal.

Menurut Dr. Boyke, pemberian pemutih atau pewangi buatan pada pembalut, maka dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi, yang bisa berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi.

FAKTA TENTANG PEMBALUT WANITA

1. Ada pembalut tidak menggunakan bahan baku kapas 100 %

2. Ada pembalut yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang untuk menjadikannya bahan dasar guna menghemat biaya produksi.

3. Bahan baku tersebut mulai dari kertas koran, kardus, dan karton bekas yang penuh dengan bakteri, kuman dan bau.

4. Dalam proses daur ulang banyak zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau.


• Pembalut Wanita yang putih bersih itu mengandung Dioxin “kimia pemutih” yang bisa mengakibatkan penyakit kanker rahim

• Pembalut wanita yang putih bersih itu disetiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus

• Pembalut Wanita yang putih bersih itu yang terbuat dari kertas putih seharusnya ada masa kadarluarsanya

• Studi Environmental Protection Agency (EPA) USA mengatakan “lambat tapi pasti” bila Dioxin itu dapat meracuni kulit

• Toxin Shock Syndrome dialami wanita yang mengalami menstruasi karena penggunaan pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Kemungkinan wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83% dikarenakan 62% memakai pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Infeksi parah yang terjadi diliang vagina bisa menyebabkan infeksi saluran kemih yang dapat menggangu kerjanya ginjal

Apakah anda mengetahui jenis pembalut / pantyliner yang anda gunakan?

Hampir semua wanita tidak mengetahui jenis pembalut yang mereka gunakan. Para wanita lebih mengenal harga pembalut yang mereka gunakan tanpa tau resiko yang mereka hadapi.

Cara mengecek kualitas pembalut:

1. Suntikkan 35 – 50 ml/cc air pada permukaan pembalut (air sebagai pengganti darah).

2. Diamkan beberapa saat lalu tekan selembar tissue yang di taruh pada permukaan pembalut. Ini adalah posisi saat wanita duduk, ada tekanan pada pembalut.

3. Apa yang anda rasakan? Apakah tissue anda basah? Kalau tissue anda basah, ini menandakan daya serap pada pembalut kamu kurang baik.

Coba anda bayangkan, setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang permukaan atasnya selalu basah!

1. Siapkan ½ (setengah) gelas air putih, usahakan gunakan gelas yang bening atau transparan dan alat pengaduk (contoh: sumpit).

2. Sobek pembalut anda dan ambil bagian inti di dalamnya (bahan penyerap, kapas). Masukkan ke dalam gelas berisi air sebagian dari bagian inti pembalut anda, lalu aduk.

3. Apa yang anda lihat? Apakah bagian inti pembalut anda hancur, seperti pulp kertas dan air berubah menjadi keruh? Kalau jawabannya iya, ini menandakan pembalut kamu menggunakan bahan yang kurang berkualitas, kertas daur ulang.

Coba anda bayangkan setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang terbuat dari kertas daur ulang, bahan kurang berkualitas dengan proses pembuatan menggunakan bahan kimia yang berbahaya!?

    Sumber: http://my.opera.com/Riena1/blog/2012/01/24/tips-kenali-pembalut-wanita-bahaya-kanker-serviks

Rabu, 24 April 2013

Pembalut Wanita Yang Aman dan Baik

Apakah Anda Tahu, Betapa Jahatnya Pembalut Biasa Yang Anda Gunakan Sehari-hari?

Pembalut wanita adalah termasuk produk “cepat saji” dan produk sekali pakai. Karena itu, untuk menghemat biaya produksi, para produsen pembalut kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar pembalut wanita.
Pembalut wanita merupakan produk yang sangat besar pasarnya serta merupakan produk sekali pakai, oleh karena itu untuk menghemat biaya produksi, industri pemblaut wanita biasanya menggunakan produk daur ulang dari sampah kertas bekas sebagai bahan dasar dari pembalut wanita yg saat ini banyak beredar di pasaran.

bahan pembuat pembalut adalah kertas bekas, koran bekas, hingga kardus bekas.
Karena menggunakan bahan kertas daur ulang tentunya dibutuhkan suatu proses dengan bahan kimia untuk membuat kertas daur ulang tersebut menjadi berwarna putih, membunuh bakteri-bakteri, serta menghilangkan bau sampahnya.



Adakah suatu cara untuk membuktikan bahwa pembalut yang biasa saya gunakan terbuat dari sampah kertas daur ulang serta mengandung bahan-bahan kimia yg sangat berbahaya bagi organ reproduksi ?
Sebagian besar wanita tidak tahu bahwa pembalut yg mereke gunakan sehari-hari selama ini terbuat dari bahan-bahan yg sangat tidak layak pakai. Banyak wanita yg membeli pembalut biasa / panty liners biasa yg ada dipasaran karena mereka hanya memikirkan harga yg murah dan sudah cukup enak dipakai, tapi tanpa mengetahui sedikitpun ancaman kesehatan organ reproduksi yg sedang mengancam mereka.


Coba lakukanlah pengujian sebagai berikut:
  1. Sobek produk pembalut yang biasa anda gunakan, ambil bagian inti di dalamnya.
  2. Ambil air putih segelas. Sebisamungkin gunakan gelas yang transparan sehingga lebih jelas.
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  4. Lihat perubahan warna dalam air.
  5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung bahan pemutih.
  6. Anda akan menemukan gulungan kertas dan bukan kapas.
  7. Bahan pemutih tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/serviks dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya.

FAKTA 1:
Pembalut biasa yang ada di pasaran mengandung dioksin yang dipakai pada bahan pemutih.

Apakah Dioksin Itu, dan Apa Akibat yang Ditimbulkan Kalau Organ Intim Saya Terpapar Oleh Bahan Kimia Ini?

Hasil-hasil riset tentang dioksin berikut menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas:
  • Dioksin merupakan produk sampingan dari proses pemutihan yang digunakan dalam pembuatan produk kertas, termasuk tampon, sanitary pads (pembalut), panty liners, dan popok diapers. (Kongres Tampon Safety and Act, 1999)
  • Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (Endometriosis Association, 2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, sistem endokrin, reproduksi, fungsi imunitas dan faktor pertumbuhan (Jurnal Environmental Health Perspective, 1995)
  • Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endokrin pada berbagai tahap kehidupan yang meningkatkan risiko gangguan dan kondisi yang berkaitan dengan masalah hormon seperti ketidakteraturan siklus menstruasi, infertilitas/mandul, endometriosis, gangguan autoimun dan kanker sistem reproduksi. (National Institute of Health, 2005)
  • Dalam penelitian in vitro dan in vivo (dicobakan ke hewan), paparan 2,3,7,8-TCDD (senyawa klorin) positif merusak hingga ke tingkat genetik seperti kerusakan DNA, mutasi gen, pertukaran kromatid saudara dan transformasi sel. (IARC, 1997)
  • Paparan dioksin dalam kadar tinggi, selain berisiko menimbulkan kanker dan non kanker juga mengganggu pertumbuhan/perkembangan janin, bayi/anak, karena dioksin dapat ditransfer melalui plasenta dan ASI. (Tampon Safety and Act Congress, 1999)
  • Ambang batas dioksin dalam tubuh manusia adalah 1 pikogram/kg berat badan. (EPA, 1987)
  • Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang. (Dioksin in American Sanitary products, 1998)
  • Butuh minimal 8 tahun dari 50% dioksin dikeluarkan tubuh. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Salah satu sumber dioksin adalah bahan pemutih, bleaching, bubur kertas. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Paraahli kesehatan merekomendasikan pemakaian pembalut yang tidak diberi pemutih dan serat sintetik, karena pemutih dapat menyebabkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, kanker mulut rahim/serviks, kanker payudara. (Tampon Safety, 2003)
Bagaimana Dioksin Masuk ke Rahim?
Bila darah haid (bersifat panas) jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Uap dioksin masuk ke liang vagina, terus masuk ke serviks bahkan ke rongga rahim bahkan sampai ke ovarium. (YLKI)

FAKTA 2:
Bahan pemutih yang mengandung dioksin meningkatkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, keputihan, kanker mulut rahim/serviks, dan kanker payudara.


Fakta-fakta Tentang Kanker Mulut Rahim/Serviks

  • Kanker serviks (mulut / leher rahim) adalah penyakit pembunuh wanita no 1 di dunia dengan jumlah penerita 630 juta (WHO).
  • Setiap hari kanker serviks merenggut nyawa 600 wanita di dunia dan 20 wanita Indonesia(YKI).
  • Menyerang 50% wanita usia 35-55 tahun, 50% lagi di bawah 35 tahun.
  • Di Indonesia, setiap hari 41 wanita terdeteksi kanker serviks (YKI).
  • Indonesiaadalah negara dengan insiden kanker serviks tertinggi di dunia (WHO).
  • Peluang meninggal bila seorang wanita terdiagnosa kanker ini adalah 66%.

Apakah Hubungan Antara Kanker Serviks dan Pemakaian Pembalut yg Mengandung Bahan Kimia Dioksin ?

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Infeksi HPV sebenarnya hal yang biasa terjadi. Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Kebanyakan orang dewasa telah terinfeksi HPV pada suatu saat dalam kehidupan mereka. Tetapi tidak semua wanita yang terinfeksi oleh virus ini menderita kanker serviks. Ada beberapa kombinasi faktor-faktor tambahan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit ini, yaitu antara lain: kebiasaan merokok, melemahnya sistem kekebalan tubuh, adanya infeksi bakteri/virus lain dalam tubuh, kurangnya kebersihan, dan paparan bahan kimia.

Hentikan Penggunaan Pembalut Biasa Sekarang Juga!

Hanya Gunakan Pembalut yg Sehat !

Natesh adalah pembalut dan Pentyliner terbaik untuk semua wanita, karena terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari bahan pemutih (Zat Dioksin), mengandung nano silver untuk membunuh kuman, selain itu terdapat FIR, anion, dan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi dan mengatasi masalah menstruasi seperti nyeri haid.

 

 

sumber : http://mypembalutanion,com/pembalut-wanita-yang-baik/

Selasa, 23 April 2013

Waspada Cacing Pada Pembalut Wanita

Akhir – akhir ini bermunculan berita seputar pembalut wanita yang didalamnya terdapat cacing. Wah… ngeri…!!! Ini mungkin karena kurangnya pengawasan pemerintah terhadap cara kerja suatu produk ini sehingga bahan yang digunakan untuk membuat pembalut tidak terjamin kebersihannya. Pembalut wanita yang menggunakan bahan bekas sangat berakibat fatal bagi kesehatan organ intim. Disamping mengandung zat berbahaya yang menyebabkan gangguan kewanitaan pada saat datang bulan, juga berdampak pada kesehatan janin.
Akibat pengolahan limbah kertas bekas yang didaur ulang secara tidak sempurna menimbulkan bakteri-bakteri masih berkembang biak, termasuk juga berkembang biaknya hewan melata seperti cacing, ini yang ditemukan di dalam sebuah pembalut wanita yang berkualitas murah di pasaran.
Sangat dianjurkan bagi para wanita, baik yang masih gadis maupun wanita dewasa untuk melihat foto-foto ini, agar dapat mempertimbangkan kembali jenis pembalut wanita yang selama ini digunakan. Pastikan selalu bahwa pembalut wanita yang anda pilih adalah pilihan tepat dan sudah anda buktikan sendiri kualitasnya. Pembalut berkasus ini ditemukan di negeri China. Stttt.. ngeri dech ada cacing di pembalut wanita.

Cek hiegienis produk napkin yang Anda pakai!! Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!!! Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah. Berikut foto-fotonya:
Hal ini perlu diwaspadai dan diperhatikan. Sebaiknya kalau sebelum memakai pembalut lakukan dulu pengecekan terhadap pembalut yang anda pakai agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan (bagi wanita). Cara pengecekannya antara lain :
  1. Sobek produk pembalut Anda, lalu ambil bagian inti didalamnya.
  2. Ambil segelas air putih, dengan menggunakan gelas transparan sehingga terlihat lebih jelas.
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut, aduk hingga merata.
  4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).
  5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean) atau anda bisa sekaligus melihat apakah ada cacing atau tidak.
Dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah: – Keputihan – Gatal-gatal – Iritasi – dan lain-lain. Maka telitilah anda sebelum memakai pembalut atau pun yang lainnya.
sumber: http://syaifullaharifin.blogspot.com/2010/11/cacing-pada-pembalut-wanita.html

Sabtu, 06 April 2013

Keputihan dan Infeksi Vagina – Penyebab,Cara Mengatasinya


Keputihan adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan vagina. Vulvovaginitis mengacu pada peradangan bahasa dari kedua vagina dan vulva (Alat Kelamin Wanita eksternal). Kondisi ini disebabkan infeksi oleh bakteri, ragi, atau virus, maupun oleh iritasi dari bahan kimia dalam krim, semprotan, atau bahkan pakaian dalam yang berkontak langsung. Dalam beberapa kasus,vagina menciptakan lingkungan sendiri dan menjaga keseimbangan antara bakteri yang normal ditemukan dan perubahan hormon dalam tubuh Wanita.

Beberapa infeksi vaginanya ditularkan oleh hubungan seksual, tetapi dilengkapi dengan bakteri dan jamur. Keputihan sering disebabkan infeksi oleh bakteri dan jamur, yang menciptakan kesulitan dan ketidaknyamanan.
Tiga infeksi Vagina Yang Umum. Penyebabnya sangat berbeda, gejala mereka mirip dan pengobatannya bervariasi.
  • Bakteri vaginosis
  • Infeksi vagina karena jamur
  • Trikomoniasis
Banyak wanita sering keliru berpikir bahwa mereka menderita “infeksi jamur”, dalam kenyataannya, mereka menderita infeksi vagina.


Penyebab Infeksi Vagina
Bakteri vaginosis (BV) adalah penyebab untuk 50% kasus BV disebabkan oleh perubahan dalam bakteri biasanya ditemukan di vagina dan menyebabkan pertumbuhan berlebih.

Faktor tersebut meliputi kehamilan, penggunaan perangkat (IUD) dalam kandungan, Dan sering douching. Hal inisial terkait di masa mendatang pada aktivitas seksual. Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual jarang terpengaruh.

Di amerika Serikat, sebanyak 16% wanita hamil memiliki BV. Suami bervariasi oleh ras dan etnis bahasa dari 6% di Asia dan 9% dalam putih sampai 16% di Hispanik Dan 23% di Afrika amerika.

Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh jamur yang disebut candida albicans. Suami juga disebut kandidiasis, kandidiasis genital, kandidiasis vulvovaginal atau (vvc). Sebuah infeksi jamur dapat menyebar ke bagian tidak lain bahasa dari tubuh termasuk kulit, selaput lendir, katup jantung, kerongkongan, dan daerah lainnya. Hal inisial dapat menyebabkan infeksi sistemik jiwa yang mengancam terutama pada orangutan mencari google artikel baru kerusakan pertahanan kekebalan tubuh (saling melengkapi perempuan yang sedang hamil dan orangutan yang hiv positif, memiliki diabetes, atau minum steroid).

Hampir 75% dari seluruh wanita dewasa telah memiliki setidaknya satu infeksi jamur kelamin dalam hidup mereka. Infeksi jamur vagina tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, tapi 12% sampai 15% pria akan mengalami gejala seperti gatal-gatal dan ruam penis setelah kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

Infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari biasanya jamur tumbuh di vagina yang menciptakan gejala yang tidak menyenangkan. Ragi yang dikendalikan dengan normal bakteri yang tumbuh dalam tubuh. Jika keseimbangan alami dari mikroorganisme terganggu, ragi tumbuh di luar kendali. Tidak jelas bagaimana infeksi jamur berasal, tetapi mereka tidak dianggap menular seksual. Bakteri sendiri alami menyebabkan jenis infeksi ketika ketidakseimbangan terjadi, mungkin disebabkan oleh salah satu peristiwa ini:

Antibiotik digunakan: antibiotik membunuh bakteri pelindung dalam vagina. Bakteri ini biasanya menghentikan organisme candida dari tumbuh berlebihan. Infeksi jamur dapat terjadi setelah anda mengambil antibiotik sebagai penyakit lain seperti radang tenggorokan.

Diabetes: kedua diabetes dan kehamilan membuat vagina lebih cocok untuk pertumbuhan jamur. Kondisi tersebut menurunkan toko glikogen dalam sel vagina tertentu. Mereka juga dapat menaikkan kadar gula (dan ph) vagina dan menempatkan anda pada risiko infeksi jamur.

Alkohol berlebihan

Pil kb: perubahan lingkungan vagina terjadi dengan tingkat hormon estrogen meningkat dari yang mengandung pil kb. Perubahan ini menciptakan lingkungan untuk jamur candida tumbuh dan menyebabkan gejala.

Perubahan hormon seperti ovulasi, menopause, atau kehamilan

Pengunaan seteroid

Sistim imun yang melemah: misalnya karena HIV/AIDS

Memakai pakaian dalam yang ketat atau non-kapas: hal ini dapat meningkatkan suhu, kelembaban, dan iritasi lokal.

Penggunaan douche, semprotan wangi kewanitaan

Goresan di vagina (selama penggunaan pembalut atau benda lainnya)
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual (juga disebut trich, diucapkan “trik”) yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Trikomoniasis adalah terutama infeksi saluran kemih dan kelamin. Bagi wanita, vagina adalah situs yang paling umum infeksi. Untuk pria, uretra paling sering terpengaruh.

Penyebab lain dari infeksi vagina mungkin karena anda bisa alergi terhadap spermisida, produk kebersihan vagina, dan deterjen dan pelembut kain yang anda gunakan untuk mencuci pakaian anda. Anda juga mungkin memiliki penyakit menular seksual yang berbeda. Wanita yang lebih tua mungkin mengalami vaginitis atrofi (penipisan dinding vagina dengan menopause). Anda mungkin sudah lupa untuk menghapus tampon, atau benda asing lain mungkin dalam iritasi vagina menyebabkan.

Gejala Infeksi Vagina
Keputihan, gatal, dan pembakaran adalah gejala umum dari berbagai bentuk infeksi vagina. Meskipun gejala infeksi ini bisa sangat mirip, ada beberapa perbedaan yang harus dicari dalam warna dan bau debit.
Beberapa keputihan ini sangat umum dan normal untuk wanita usia subur. Biasanya, kelenjar leher rahim memproduksi cairan lendir yang mengalir ke bawah, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina dibuang, dan sekresi kelenjar bartholin pada pembukaan vagina. Ini mungkin zat (tergantung pada seberapa banyak lendir ada) mengubah lendir warna keputihan, dan debit berubah kekuningan bila terkena udara. Ada saat sepanjang siklus menstruasi bahwa kelenjar leher rahim memproduksi lendir lebih dari yang lain, tergantung pada jumlah estrogen yang diproduksi. Hal ini normal.
Gairah seksual dan stres emosional memiliki keduanya telah dikaitkan dengan keputihan normal. Pengeluaran ini adalah, jelas lendir seperti sekresi.

Jika keputihan anda adalah abnormal dalam warna seperti hijau, memiliki bau busuk, konsistensi perubahan, atau secara signifikan meningkat atau menurun dalam jumlah, anda mungkin akan mengembangkan bentuk vaginitis.
Bakteri vaginosis (bv) menyebabkan keputihan abnormal dengan bau yang tidak menyenangkan. Beberapa wanita melaporkan bau fishlike kuat, terutama setelah berhubungan. Debit biasanya putih atau abu-abu. Hal ini dapat tipis. Anda juga mungkin telah terbakar saat buang air kecil atau gatal di sekitar bagian luar vagina, atau keduanya. Beberapa wanita dengan bv tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Infeksi jamur atau kandidiasis menyebabkan, tebal putih-abu-abu “keju cottage” jenis keputihan dan mungkin gatal. Anda mungkin memiliki rasa gatal pada alat kelamin anda. Nyeri buang air kecil dan hubungan seksual yang umum. Anda mungkin tidak selalu memiliki cairan vagina. Pria dengan kandidiasis genital mungkin memiliki ruam yang gatal pada penis. Kebanyakan mitra laki-laki dari wanita dengan infeksi jamur tidak mengalami gejala infeksi.

Trikomoniasis menyebabkan keputihan yang berbusa yang mungkin kuning-hijau atau abu-abu, gatal dan iritasi pada alat kelamin, rasa panas saat kencing (kadang-kadang bingung dengan infeksi saluran kemih), ketidaknyamanan saat berhubungan seksual, dan bau busuk. Karena trikomoniasis adalah penyakit menular seksual, gejala dapat muncul dalam waktu empat sampai 20 hari setelah paparan. Pria jarang memiliki gejala, tetapi jika mereka melakukannya, mereka mungkin memiliki debit, tipis keputihan dari penis dan nyeri buang air kecil atau sulit.

Sakit itu sendiri bukan merupakan gejala sering (kecuali gatal) dan harus meminta anda untuk melihat penyedia layanan kesehatan anda.
Jika anda memiliki kondisi yang disebut vulvodynia, anda mungkin merasakan seperti terbakar, tersengat, iritasi pada alat kelamin anda, tetapi tidak ada infeksi atau penyakit kulit vulva atau vagina. Ini adalah kondisi yang berbeda yang memerlukan diagnosis lebih lanjut dengan dokter.

sumber : penyebab-keputihan[dot]com

Kamis, 04 April 2013

Menstruasi Tidak Boleh Minum Air Es….??



Banyak kabar seputar haid yang dipercaya masyarakat, seperti tidak boleh minum air es saat haid, karena bisa menyebabkan darah haid keluar tidak lancar dan meninggalkan sisa di dinding rahim. Benarkah seperti itu?
Akibat anggapan itu banyak perempuan yang takut minum air es saat sedang datang bulan alias menstruasi, karena beranggapan air es dapat membuat darah haid mampet. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi karena banyak yang beranggapan bahwa darah haid yang bersisa dirahim tersebut dalam waktu 5 tahun atau lebih dapat menyebabkan kista bahkan tumor dan kanker rahim.
Anggapan tersebut hanyalah mitos. Tidak ada hubungan antara proses menstruasi dan air es, karena menstruasi berhubungan dengan hormon tubuh yaitu estrogen. Menurut dr. Taufiqurrahman, Sp.OG., tidak ada hubungannya antara minum es pada saat haid dengan kista atau kanker rahim pada perempuan. Karena kedua penyakit tersebut sebagian besar disebabkan faktor hormon.
Dari pada cemas dengan mitos yang tidak ada buktinya. Justru yang perlu diperhatikan oleh kaum wanita adalah fakta penelitian yang menunjukkan bahwa gangguan reproduksi seperti kista, mioma, endometriosis sampai kanker serviks ternyata berhubungan dengan kualitas pembalut, terutama pembalut yang dibuat dari bahan daur ulang yang mengandung zat pemutih dan menyisakan dioksin. Dioksin ini yang dapat memicu gangguan organ reproduksi.
Natesh merupakan pembalut dan pentyliner yang terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari zat pemutih atau dioksin, mengandung nano silver untuk membunuh kuman, FIR, anion dan herbal untuk kesehatan organ reproduksi anda.

Sumber : detikhealth.com
Radarlampung.co.id