Tampilkan postingan dengan label keputihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keputihan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Keputihan Fisiologis dan Patologis

Keputihan adalah momok yang menakutkan bagi banyak wanita. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, keputihan sering membuat rasa percaya diri turun, terutama bagi wanita yang telah menikah. Keputihan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang harus diwaspadai (patologis).

Mana keputihan yang normal, mana yang harus mendapatkan perawatan dokter, Anda harus bisa membedakannya!
Dan penting untuk diketahui bahwa keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.


Keadaan normal pada kasus Keputihan terjadi beberapa hari pada masa sebelum subur, masa subur dan sesudah menstruasi. Terkadang pada saat sekitar masa subur itu ada lendir yang berlebihan, itu normal saja. dan biasanya tidak gatal, tidak berwarna dan tidak berbau. Sebaliknya keputihan patologis , adalah keputihan yang diakibatkan oleh infeksi pada vagina, bisa juga karena adanya benda asing dalam vagina. Infeksi ini sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa.


keputihan-patologis

Keputihan Fisiologis

Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Keputihan jenis ini akan terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi. Kondisi ini terjadi pada saat wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.
Ciri-ciri keputihan normal adalah:
  • Cairan encer
  • Warna cairan transparan atau bening
  • Cairan tidak lengket
  • Tidak bau
  • Tidak menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan yang keluar sedikit
Jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri di atas, tidak perlu panik. Hal ini normal terjadi setiap bulan. Jika Anda merasa tidak nyaman, basuh organ intim dengan air bersih, keringkan dengan handuk bersih dan ganti pakaian dalam Anda.

Keputihan Patologis
Keputihan jenis ini adalah keputihan yang tidak normal dan harus Anda waspadai. Beberapa keputihan jenis ini adalah sinyal penyakit di organ kewanitaan atau daerah rahim. Jika keputihan patologi terjadi pada ibu hamil, salah satu risikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi.
Ciri-ciri keputihan tidak normal adalah:
  • Cairannya kental
  • Biasanya berwarna putih susu, kuning, kehijauan atau keabu-abuan
  • Cairan terkadang lengket
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan banyak dan akan meninggalkan bercak pada pakaian dalam
Jika Anda mendapati ciri-ciri keputihan ini, saran terbaik kami adalah segera periksa ke dokter atau ahli kesehatan. Terlebih lagi jika keputihan yang Anda alami sudah sering terjadi. Seringkali wanita mencoba mengobati sendiri keputihan dengan minum obat, jamu atau memakai sabun pembersih kewanitaan yang justru bisa memperparah kondisi keputihan.

Didalam vagina sebetulnya terdapat berbagai macam bakteri, tetapi disana juga terdapat bakteri yang baik juga flora normal. Dalam vagina yang sehat tingkat keasaman nya adalah 3,5 sd 5,5 bila keasaman terganggu misalnya karena sabun kimiawi atau pembilas vagina (douch) kimiawi, atau juga cairan antiseptik, maka flora normalnya akan mati sehingga akan berkembang bakteri yang jahat. karena itu penggunaan douch dan cairan antiseptik harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau gunakan saja yang alami.

Bakteri jahat, kuman dan virus juga bisa terjadi karena hubungan seksual, atau dari closet dan alat mandi lainnya yang tidak higienis, bahkan keputihan juga bisa terjadi karena pemakaian celana dalam yang tidak bersih.
Keputihan yang dibiarkan sehingga menjadi ganas bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius seperti kanker leher rahim, gangguan kehamilan seperti kemandulan dan lain-lain

Sumber:  www.female.com

Walaupun tidak terlihat, selalu rawat dan sayangi organ kewanitaan Anda.
Mulai sekarang pilihlah Pembalut dan Pantyliner sehat, bebas bahan daur ulang dan bebas DIOKSIN.

Selasa, 02 Juli 2013

4 Tips Merawat Daerah Vagina


Pada prinsipnya merawat daerah vagina tidak jauh berbeda dengan cara merawat kebersihan diri tubuh lainnya. Namun karena posisi dan letak Miss V yang selalu tertutup, maka perlu ada perhatian khusus untuk perawatannya. Yang perlu diperhatikan adalah tingkat pH normal daerah Miss V adalah sekitar 3,5 – 4,5 pH. Jika nilai pH kulit terganggu, maka pelindung alami pada kulit di daerah tersebut menjadi berkurang atau menjadi lemah, sehingga rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Perawatan harian secara tepat akan membantu Anda menjaga Miss V tetap sehat. Berikut tipsnya :

 1. Treatment/perlakuan
Ketika membersihkan Miss V, tidak perlu menggosoknya terlalu kencang atau malah menggaruknya. Bersihkan dengan perlahan dan lembut, serta perhatikan arah gerakan tangan Anda ketika membersihkan. Sapukan tangan dari arah depan ke belakang. Cara ini berguna untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area Miss V.
 2. Pemilihan bahan pakaian
Selalu pilih underwear yang berbahan dasar katun, karena dapat menyerap keringat dengan baik. Area pinggul sampai dengan pangkal paha merupakan daerah tertutup sepanjang hari yang dapat menyebabkan keluarnya keringat berlebih. Jika keringat tidak terserap dengan baik, maka area tersebut akan bertumbuh bakteri yang menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Pastikan area Miss V tetap kering dan gantilah celana dalam minimal 2 kali sehari. Perhatikan juga penggunaan pakaian bawahan (baik rok maupun celana). Terlalu sering menggunakan celana ketat tentu tidak baik untuk sirkulasi udara di area Miss V. Kenakanlah rok sesekali. Area Miss V akan terjaga dan Anda tentu akan terlihat lebih manis bukan?
 3. Penggunaan produk penunjang
     Pembalut
Secara umum, tidak ada anjuran khusus dalam hal penggunaan dan pemilihan pembalut. Gunakan sesuai kebutuhan, misalnya pada malam hari gunakanlah pembalut dengan ukuran ekstra panjang. Jika sedang menstruasi, setiap mengganti pembalut, gantilah juga celana dalam Anda. Tidak perlu menunggu ‘tembus’ dulu. Penggantian celana dalam akan membantu area Miss V tetap kering dari keringat.
     Pantyliners
Demikian juga untuk penggunaan pantyliners, tidak ada larangan jika Anda ingin menggunakannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah tingkat alergi Miss V Anda terhadap sebuah produk pantyliners. Sedikit berbeda dengan penggunaan pembalut, penggunaan pantyliners sebaiknya diganti setiap kali setelah Buang Air Kecil (BAK). Untuk pencegahan alergi, sebaiknya tidak perlu menggunakan pantyliners setiap hari. Cukup gunakan pada hari-hari menjelang dan sesudah masa menstruasi Anda.
     Sabun
Jika ingin menggunakan sabun khusus area Miss V, sebaiknya pilih yang mengandung bahan herbal, misalnya sirih. Untuk membersihkan Miss V, sebetulnya menggunakan air yang mengalir saja sudah cukup, sehingga penggunaan sabun khusus untuk perawatan daerah vagina ini tidak perlu dipakai setiap hari. Untuk penggunaan sabun khusus daerah kelamin, bedakan penggunaannya dengan sabun badan. Kalaupun menggunakan sabun yang sama, pastikan sabun batang tersebut itu dibilas setelah digunakan. Hal ini untuk menghindari perpindahan bakteri dan kuman dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemisahan sabun juga diperlukan untuk sabun cuci tangan setelah buang air besar (BAB). Tempatkan sabun ini di dalam botol dengan pompa selang.
 4. Tindakan khusus
Keputihan merupakan hal yang normal bagi perempuan, apalagi menjelang dan sesudah masa menstruasi. Jika terjadi keputihan, bisa jadi itu merupakan alergi dari produk penunjang yang digunakan. Namun jika keputihan tidak kunjung berhenti, lendir yang keluar berwarna gelap dan mulai berbau serta mulai timbul rasa nyeri di perut bagian bawah, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk perempuan yang sudah menikah, sisihkan waktu dan dana untuk pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk deteksi gejala awal kanker mulut rahim atau kanker rahim. “Tidak perlu takut, karena pemeriksaan ini adalah salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan Miss V”, jelas Sri Rejeki, SST, MMKes, seorang dosen di STIKes Immanuel, Bandung. Berkonsultasilah dengan dokter jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Intinya adalah selalu jaga kebersihan dan kesehatan tubuh Anda sendiri. Sama seperti halnya mandi, membersihkan dan merawat daerah vagina juga perlu dilakukan setiap hari. Tips lainnya untuk Anda, selalu sedia celana dalam dalam tas Anda sedang maupun tidak sedang menstruasi. Serta gunakan Pembalut dan Pantyliner yang bebas daur ulang dan bebas DIOKSIN.
Solusi Sehat Atasi Keputihan, Cegah Kanker Serviks dengan Natesh Sanitary Pads Klik Disini

Sumber: http://tipsmengatasikeputihan.com

Rabu, 22 Mei 2013

Gatal Saat Haid

Secara umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga berlaku bagi kesehatan organ intim, apalagi buat para perempuan dan tinggal di daerah tropis. Udara yang panas cenderung lembab sering membuat kita merasa gerah dan mudah berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama di bagian tubuh yang tertutup dan lipatan-lipatan tubuh, yang akan menyebabkan bakteri mudah berkembang biak, menimbulkan bau yang tidak sedap dan gatal serta menimbulkan penyakit.



Kesehatan organ intim (pada wanita) yakni vagina sangatlah penting. Vagina yang sehat dan bersih memiliki keseimbangan kimiawi yang bersifat asam dengan pH 3.5, dimana dalam situasi asam ini bakteri baik yang ada di dalam vagina mampu membersihkan vagina secara optimal sehingga keseimbangan kelembaban di vagina selalu terjaga. Keluhan yang sering dialami pada vagina seperti rasa gatal, muncul bintik-bintik seperti jerawat, keluarnya cairan keputihan (tidak normal) atau infeksi vagina lainnya pada umumnya disebabkan karena kebersihan dan kelembaban vagina yang sedang terganggu, salah satunya adalah di saat perempuan sedang mengalami menstruasi dan keputihan.


Menjelang atau disaat menstruasi, sebagian besar perempuan secara normal akan mengalami keluarnya lendir keputihan. Jadi bisa dibayangkan, cairan keputihan yang keluar beberapa hari menjelang menstruasi dan dilanjuti dengan keluarnya darah menstruasi, tentunya kondisi seperti ini akan meningkatkan resiko terganggunya keseimbangan kelembaban di daerah vagina terlebih jika perempuan tidak memperhatikan kebersihan daerah vagina dengan baik sehingga muncullah beragam keluhan seperti yang dikatakan ssebelumnya.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan perempuan dalam menjaga kebersihan khususnya daerah vagina di saat mengalami keputihan dan menstruasi adalah :
  1. Secara teratur membasuh bagian di antara vulva (bibir vagina) dengan hati-hati menggunakan air bersih setiap habis buang air kecil, buang air besar, ketika mandi, dan saat menganti pembalut atau pantyliner, tujuannya adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva di luar vagina. Bagian dalam vagina biasanya akan mampu menjaga kebersihannya sendiri.
  2. Dianjurkan saat membasuh vagina dengan cara yang benar yakni dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina. Setelah itu, sebelum pakai celana lagi, keringkan dulu dengan menggunakan handuk atau tisu yang tidak berparfum.
  3. Gantilah sesegera mungkin pembalut atau pantyliner jika sudah merasakan tidak nyaman atau lembab terutama di saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya (hari ke 1-3 menstruasi) dengan frekuensi pergantian yang dianjurkan yakni tiap 1-2 jam sekali. Jika sudah dirasakan berkurang darah menstruasi yang keluar, frekuensi mengganti pembalut yang dianjurkan bisa tiap 3-4 jam sekali namun semua itu tergantung dari jumlah darah menstruasi dan seberapa sering kamu buang air atau padat tidaknya akifitas disaat itu. Jika frekuensi mengganti pembalut terlalu lama dan darah menstruasi lagi banyak-banyaknya, maka “tampungan” darah didalam pembalut akan menjadi sumber penyakit (bakteri) dan meningkatkan suasana “lembab” di daerah vagina yang akhirnya sering terasa gatal di saat menstruasi, kemudian di garuk dan lecet – infeksi.
  4. Pilihlah jenis pembalut atau pantyliner yang menurut kamu nyaman dan tidak menimbulkan iritasi pada daerah kulit sekitar vagina.
  5. Gunakanlah celana dalam dari bahan katun agar bisa menyerap keringat dan tidak menambah lembab daerah intim disaat menstruasi, gantilah celana dalam jika sudah merasa tidak nyaman.
  6. Sebisa mungkin batasi dulu menggunakan celana jeans yang terlalu ketat di saat menstruasi.
  7. Minumlah air putih yang cukup serta konsumsi makanan yang sehat dan berserat untuk membantu tubuh agar tetap sehat setiap hari.
Sumber: http://lira-y-fkm11.web.unair.ac.id/

Ladies, Jangan salah memilih pembalut ya. Natesh pembalut yang bebas daur ulang & bebas DIOKSIN, mencegah gatal dan bau tidak sedap saat haid.
Selengkapnya cek: www.tokopembalut.com

Senin, 06 Mei 2013

Tips Kenali Pembalut Wanita ( Bahaya Kanker Serviks)


Rachmad Poedyo Armanto, SpOG, sebenarnya tak ada kategori khusus dalam hal pemilihan pembalut wanita. Namun yang terpenting adalah pembalut tersebut dapat menyerap darah haid secara optimal.

Menurut Dr. Boyke, pemberian pemutih atau pewangi buatan pada pembalut, maka dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi, yang bisa berlanjut ke keputihan dan radang atau infeksi.

FAKTA TENTANG PEMBALUT WANITA

1. Ada pembalut tidak menggunakan bahan baku kapas 100 %

2. Ada pembalut yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang untuk menjadikannya bahan dasar guna menghemat biaya produksi.

3. Bahan baku tersebut mulai dari kertas koran, kardus, dan karton bekas yang penuh dengan bakteri, kuman dan bau.

4. Dalam proses daur ulang banyak zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau.


• Pembalut Wanita yang putih bersih itu mengandung Dioxin “kimia pemutih” yang bisa mengakibatkan penyakit kanker rahim

• Pembalut wanita yang putih bersih itu disetiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus

• Pembalut Wanita yang putih bersih itu yang terbuat dari kertas putih seharusnya ada masa kadarluarsanya

• Studi Environmental Protection Agency (EPA) USA mengatakan “lambat tapi pasti” bila Dioxin itu dapat meracuni kulit

• Toxin Shock Syndrome dialami wanita yang mengalami menstruasi karena penggunaan pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Kemungkinan wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83% dikarenakan 62% memakai pembalut wanita yang tidak berkualitas

• Infeksi parah yang terjadi diliang vagina bisa menyebabkan infeksi saluran kemih yang dapat menggangu kerjanya ginjal

Apakah anda mengetahui jenis pembalut / pantyliner yang anda gunakan?

Hampir semua wanita tidak mengetahui jenis pembalut yang mereka gunakan. Para wanita lebih mengenal harga pembalut yang mereka gunakan tanpa tau resiko yang mereka hadapi.

Cara mengecek kualitas pembalut:

1. Suntikkan 35 – 50 ml/cc air pada permukaan pembalut (air sebagai pengganti darah).

2. Diamkan beberapa saat lalu tekan selembar tissue yang di taruh pada permukaan pembalut. Ini adalah posisi saat wanita duduk, ada tekanan pada pembalut.

3. Apa yang anda rasakan? Apakah tissue anda basah? Kalau tissue anda basah, ini menandakan daya serap pada pembalut kamu kurang baik.

Coba anda bayangkan, setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang permukaan atasnya selalu basah!

1. Siapkan ½ (setengah) gelas air putih, usahakan gunakan gelas yang bening atau transparan dan alat pengaduk (contoh: sumpit).

2. Sobek pembalut anda dan ambil bagian inti di dalamnya (bahan penyerap, kapas). Masukkan ke dalam gelas berisi air sebagian dari bagian inti pembalut anda, lalu aduk.

3. Apa yang anda lihat? Apakah bagian inti pembalut anda hancur, seperti pulp kertas dan air berubah menjadi keruh? Kalau jawabannya iya, ini menandakan pembalut kamu menggunakan bahan yang kurang berkualitas, kertas daur ulang.

Coba anda bayangkan setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang terbuat dari kertas daur ulang, bahan kurang berkualitas dengan proses pembuatan menggunakan bahan kimia yang berbahaya!?

    Sumber: http://my.opera.com/Riena1/blog/2012/01/24/tips-kenali-pembalut-wanita-bahaya-kanker-serviks

Senin, 15 April 2013

Keputihan, Normal atau Bahaya?


Rata-rata semua cewek pernah ngalamin keputihan. Ada yang langsung ketakutan, ada juga yang cuek aja. Tapi sebelum kita panik atau terlalu cuek, baiknya dicari tau, keputihan yang kita alamin tergolong apa? Normal atau berbahaya? Ladies, keputihan emang udah jadi penyakit cewek. Hampir semua cewek pasti pernah ngalamin keputihan, karena keputihan bisa nyerang siapa aja, baik cewek dewasa maupun remaja. Tapi masih banyak aja yang gak tau tentang keputihan itu sendiri. Padahal keputihan itu bisa berbahaya. Bukannya mau nakut-nakutin, tapi keputihan bisa mengakibatkan kemandulan bahkan kematian! Waduh, pastinya banyak cewek panik kalo sampe organ tubuh yang satu ini bermasalah, kan? Nah, daripada kamu salah informasi karena nanya sana-sini, mending kamu baca info di bawah ini, dan cocokin dengan keluhan-keluhan yang kamu alamin. Siapa tau kamu emang butuh pertolongan serius. 


Apa itu keputihan?

Keputihan adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina alias Miss V. Cairan ini warnanya bisa putih, keabu-abuan, hijau kekuningan, bahkan ada yang disertai darah. Kadar kental enggaknya juga beda-beda. Ada yang kental, ada yang cair dan ada yang berbusa. Semuanya tergantung dari jenis keputihan itu.

Keputihan disebabkan oleh 2 hal, yaitu faktor fisiologis ( dalam keadaan normal ) dan faktor patologis ( karena penyakit ). Keputihan ini juga gak mengenal batasan usia. Muda dan tua, semuanya berisiko keputihan.

Kalo keputihan yang timbul karena penyakit gak diobati alias dicueki, bisa menyebabkan kemandulan, hamil di luar kandungan, bahkan kematian, karena keputihan juga bisa jadi pertanda awal dari kanker rahim.

Gimana ciri-ciri keputihan?

- Keluar cairan berlebihan
- Nyeri
- Gatal
- Panas
- Sakit
- Bau
Semua gejala ini terjadi pada Miss V ato disekitarnya.

Penyebab keputihan

1. Jamur
Biasanya disebabkan oleh jamur candida albicans yang menyebabkan rasa gatal di sekitar miss V. Keputihan akibat jamur ini berwarna putih kekuning-kuningan dengan bau yang khas. Keputihan jamur bisa diakibatkan oleh kehamilan, penggunaan pil KB, steroid, diabetes, obesitas, antibiotik, daya tahan tubuh rendah, de-el-el.

2. Bakteri
Umumnya diakibatkan oleh bakteri gardnerella dan keputihannya disebut bacterial vaginosis dengan ciri-ciri cairannya encer dengan warna putih keabu-abuan dan baunya amis. Keputihan akibat bakteri biasanya muncul saat kehamilan, gonta-ganti pasangan, penggunaan alat kb spiral atau iud dan lain sebagainya.

3. Virus
Keputihan yang disebabkan oleh virus biasanya bawaan dari penyakit HIV/AIDS, condyloma, herpes dan lain-lain yang bisa memicu munculnya kanker rahim. Keputihan virus herpes menular dari hubungan seksual dengan gejala ada luka melepuh di sekeliling Miss V dengan cairan gatal dan dan rasanya panas. Sedangkan condyloma memiliki gejala ada banyak kutil tubuh dengan cairan yang bau.

4. Parasit
Keputihan akibat parasit diakibatkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menular dari kontak seks/ hubungan seks dengan cairan yang berwarna kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa. Kadang bisa gatal dan membuat iritasi. Parasit keputihan ini bisa menular lewat tukar-menukar peralatan mandi, pinjam-meminjam pakaian dalam, menduduki kloset yang terkontaminasi, de-es-be.

Cara Mengobati Keputihan

Nah, dari penyebab keputihan yang udah dibahas di atas, kita bisa tau kan, keputihan yang kita alami adalah keputihan jenis apa, dan tergolong bahaya ato gak? Yang pasti, parah ato enggaknya keputihan, tetap aja harus diobatin supaya gak nyesel di esok-esok.

1. Jaga kebersihan
Lagi-lagi soal kebersihan jadi isu utama kalo kita bahas tentang kesehatan. Yup, kebersihan emang berkaitan erat untuk nyembuhin keputihan. Bicara soal kebrsihan emang bukan hal gampang, karena gak semua benda yang berhubungan dengan Miss V berada di bawah pengawasan kita. Tapi setidaknya beberapa benda seperti handuk, celana dalam, tissu toilet, dan tempat duduk bisa kita awasin kebersihannya. Selain itu kamu juga kudu aware dengan tempat-tempat umum, seperti toilet umum.

2. Jaga keseimbangan Ph
Miss V butuh keseimbangan Ph untuk memelihara ekosistem alaminya. Artinya, walaupun Miss V harus selalu bersih, tapi bukan berarti kita bersiin semua kandungan yang ada di dalamnya. Miss V mengandung Ph alami yang harus dijaga, yaitu kandungan Ph yang bernilai antara 3,5 – 5,5. So, keseringan bersiin Miss V apalagi pake sabun antiseptik ato sabun biasa yang bisa ngerusak Ph alaminya justru bikin Miss V lebih mudah diserang keputihan. Sebaiknya gunain produk khusus pembersih Miss V, yang bisa menjaga keseimbangan Ph nya itu.

3. Jaga kondisi tubuh
Kondisi tubuh juga jadi salah satu penyebab munculnya keputihan. Kurang tidur, kecapean, stres, pola hidup gak teratur, dan kondisi tubuh gak fit bisa bikin keputihan, baiknya hidup secara teratur, sehat, dan tentu saja anti stres. Gampang banget, kan?!

4. Periksa ke dokter
Untuk keputihan yang udah parah ( disebabkan penyakit atau udah menahun ), sebaiknya periksa ke dokter dan konsultasi sampe tuntas. Gak perlu malu ato takut, karena kalo ditunda-tunda bisa makin bahaya dan lebih susah diobatin. Lagian masalah keputihan yang uadah parah emang butuh penanganan ahli, loh.

5. Gunakan pembalut yang baik, salah satu manfaat pembalut Natesh dapat mencegah dan mengatasai keputihan,



Minggu, 14 April 2013

Hati-hati Nyeri Menstruasi yang Berlebihan


Hampir semua wanita mengalami nyeri menstruasi pada sebelum atau saat menstruasi. Apabila nyeri tersebut terlalu berlebihan hingga membuat kita tidak bisa bangun dari tempat tidur, hal tersebut yang harus diwaspadai. Menurut Dr. J.M. Seno Adjie, SpOG (K) nyeri tersebut disebut Dismenore.
Dismenore terbagi menjadi 2 jenis yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Pada dismenore primer tidak ditemukan kelainan ginekologi, namun nyeri diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostagladin. Sedangkan pada dismenore sekunder berhubungan dengan kelainan kongenital atau kelainan organ di pelvis, rasa nyeri yang timbul disebabkan karena adanya kelainan seperti endometriosis, mioma uteri, peradangan tuba falopi, perlengketan abnormal antara organ dalam perut dan biasanya terjadi pada usia 20 tahun.

Gejala Dismenore adalah nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagian nyeri timbul terus menerus. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit, diare, dan sering berkemih kadang samapai terjadi muntah.
Untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Selain dengan obat-obatan dapat dikurangi dengan istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, atau kompres hangat di daerah perut. Perlu diketahui bahwa kelainan/gangguan organik di pelvis (seperti endometriosis, mioma, kista hingga kanker serviks) dapat disebabkan oleh senyawa-senyawa toksik seperti DIOKSIN. Dioksin dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman dan PEMBALUT yang tidak berkualitas.

Natesh adalah pembalut dan Pentyliner terbaik untuk semua wanita, karena terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari bahan pemutih (Zat Dioksin), mengandung nano silver untuk membunuh kuman, selain itu terdapat FIR, anion, dan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi dan mengatasi masalah menstruasi seperti nyeri haid.

Referensi
Majalah Dokter Kita Edisi 7-Thn II-Juli 2007
Medicastore.com
farmasiku.com

Sabtu, 13 April 2013

Waspada… DIOKSIN memicu PMS (Pre Menstrual Syndrome)

“Kamu marah-marah terus..lagi M ya??”.Kadang, sering kita dengar pertanyaan itu. Wanita yang suka marah-marah, penuh emosi, mudah tersinggung saat menjelang waktu haidnya, (7-10 hari sebelum mens) berarti dia sedang mengalami Pre menstruation syndrome (PMS). PMS adalah kumpulan gejala fisik, psikologi dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Survey yang dilakukan di AS tahun 1982 menyatakan sekitar 50% wanita mengalami PMS dan di Indonesia kurang lebih 85% wanitanya mengalami PMS pada usia 25-35 tahun.

Secara umum, gejala PMS dari segi fisik adalah nyeri perut dan kembung, payudara bengkak dan kencang, sakit kepala, nyeri punggung, berat badan bertambah, bengkak pada kaki dan tangan, retensi air, mula dan muntah, nyeri otot dan persendian. Gejala psikis perilakunya bias meliputi mudah marah, perubahan mood yang kentara, sedih dan kadang suka menangis, cemas, depresi, mudah lupa, merasa kesepian, kurang konsentrasi, kurang berenergi, bingung, tidak percaya diri, mudah lelah, insomnia, pusing, suka ngemil, haus, makan berlebihan, ingin menyendiri, malas berinteraksi (sosial/pekerjaan), bahkan hilang hasrat seksual.  Selain PMS, sebenarnya, ada satu lagi gangguan yang lebih berat dari itu, yaitu PMDD (Premenstrual dysphoric disorder), bedanya pada PMDD perubahan mood sangat tajam sehingga dapat merusak hubungan sosial/pekerjaan. Sekitar 8% dari wanita amerika menderita PMDD ini.
Penyebab PMS adalah perubahan siklus hormon dan perubahan kimia dalam otak (serotonin). Fluktuasi serotonin (neurotransmitter) memainkan peran penting dalam mood dan bisa memicu gejala PMS. Kurangnya jumlah serotonin tidak saja dapat menyebabkan depresi pramenstruasi, tetapi juga kelelahan, nafsu memakan bertambah, masalah tidur, depresi, stress, pola makan yang buruk.
Penyebab gangguan hormonal sendiri dapat dikelompokan ke dalam faktor: toksin, stress, insulin dan gizi.  Berdasar keempat faktor ini PMS dapat dicegah/diringankan dengan cara :
  1. Konsumsi gizi seimbang dan kurangi garam, gula dan kafein; konsumsi karbohidrat kompleks, serat dari sayur dan buah, cukupi asupan vitamin B kompleks yang baik untuk sintesis neurotransmitter khususnya dopamin dan serotonin
  2. Terapi relaksasi dengan meditasi, yoga, tidur yang cukup
  3. Olahraga dengan teratur, minimal 3x/minggu
  4. Hindari paparan toksin seperti DIOKSIN. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa DIOKSIN berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengacau sistem metabolisme hormonal wanita. Sumber-sumber dioksin sangat banyak, diantaranya dari pembalut dan pantyliner yang terbuat dari bahan-bahan tidak berkualitas dimana dalam proses pembuatannya menggunakan senyawa pemutih/klorin.
Dioksin menguap dan masuk ke dalam sistem reproduksi dan lama-kelamaan (20-30 tahun kemudian) bisa menyebabkan penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, salah satunya adalah ketidakseimbangan hormon yang mengacu pada ketidakseimbangan emosi. Pastikan menggunakan pembalut dan pantyliner bebas dioksin agar bebas PMS sekaligus mengurangi resiko berbagai gangguan/penyakit organ reproduksi wanita yang lainnya.

Sumber:
1.http://www.scribd.com/doc/46170312/Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Terjadinya-Pre-Menstrual-Syndrom-PMS-Pada-Wanita-Usia-25-35-Tahun
2. mayo clinic

Sabtu, 06 April 2013

Keputihan dan Infeksi Vagina – Penyebab,Cara Mengatasinya


Keputihan adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan vagina. Vulvovaginitis mengacu pada peradangan bahasa dari kedua vagina dan vulva (Alat Kelamin Wanita eksternal). Kondisi ini disebabkan infeksi oleh bakteri, ragi, atau virus, maupun oleh iritasi dari bahan kimia dalam krim, semprotan, atau bahkan pakaian dalam yang berkontak langsung. Dalam beberapa kasus,vagina menciptakan lingkungan sendiri dan menjaga keseimbangan antara bakteri yang normal ditemukan dan perubahan hormon dalam tubuh Wanita.

Beberapa infeksi vaginanya ditularkan oleh hubungan seksual, tetapi dilengkapi dengan bakteri dan jamur. Keputihan sering disebabkan infeksi oleh bakteri dan jamur, yang menciptakan kesulitan dan ketidaknyamanan.
Tiga infeksi Vagina Yang Umum. Penyebabnya sangat berbeda, gejala mereka mirip dan pengobatannya bervariasi.
  • Bakteri vaginosis
  • Infeksi vagina karena jamur
  • Trikomoniasis
Banyak wanita sering keliru berpikir bahwa mereka menderita “infeksi jamur”, dalam kenyataannya, mereka menderita infeksi vagina.


Penyebab Infeksi Vagina
Bakteri vaginosis (BV) adalah penyebab untuk 50% kasus BV disebabkan oleh perubahan dalam bakteri biasanya ditemukan di vagina dan menyebabkan pertumbuhan berlebih.

Faktor tersebut meliputi kehamilan, penggunaan perangkat (IUD) dalam kandungan, Dan sering douching. Hal inisial terkait di masa mendatang pada aktivitas seksual. Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual jarang terpengaruh.

Di amerika Serikat, sebanyak 16% wanita hamil memiliki BV. Suami bervariasi oleh ras dan etnis bahasa dari 6% di Asia dan 9% dalam putih sampai 16% di Hispanik Dan 23% di Afrika amerika.

Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh jamur yang disebut candida albicans. Suami juga disebut kandidiasis, kandidiasis genital, kandidiasis vulvovaginal atau (vvc). Sebuah infeksi jamur dapat menyebar ke bagian tidak lain bahasa dari tubuh termasuk kulit, selaput lendir, katup jantung, kerongkongan, dan daerah lainnya. Hal inisial dapat menyebabkan infeksi sistemik jiwa yang mengancam terutama pada orangutan mencari google artikel baru kerusakan pertahanan kekebalan tubuh (saling melengkapi perempuan yang sedang hamil dan orangutan yang hiv positif, memiliki diabetes, atau minum steroid).

Hampir 75% dari seluruh wanita dewasa telah memiliki setidaknya satu infeksi jamur kelamin dalam hidup mereka. Infeksi jamur vagina tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, tapi 12% sampai 15% pria akan mengalami gejala seperti gatal-gatal dan ruam penis setelah kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

Infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari biasanya jamur tumbuh di vagina yang menciptakan gejala yang tidak menyenangkan. Ragi yang dikendalikan dengan normal bakteri yang tumbuh dalam tubuh. Jika keseimbangan alami dari mikroorganisme terganggu, ragi tumbuh di luar kendali. Tidak jelas bagaimana infeksi jamur berasal, tetapi mereka tidak dianggap menular seksual. Bakteri sendiri alami menyebabkan jenis infeksi ketika ketidakseimbangan terjadi, mungkin disebabkan oleh salah satu peristiwa ini:

Antibiotik digunakan: antibiotik membunuh bakteri pelindung dalam vagina. Bakteri ini biasanya menghentikan organisme candida dari tumbuh berlebihan. Infeksi jamur dapat terjadi setelah anda mengambil antibiotik sebagai penyakit lain seperti radang tenggorokan.

Diabetes: kedua diabetes dan kehamilan membuat vagina lebih cocok untuk pertumbuhan jamur. Kondisi tersebut menurunkan toko glikogen dalam sel vagina tertentu. Mereka juga dapat menaikkan kadar gula (dan ph) vagina dan menempatkan anda pada risiko infeksi jamur.

Alkohol berlebihan

Pil kb: perubahan lingkungan vagina terjadi dengan tingkat hormon estrogen meningkat dari yang mengandung pil kb. Perubahan ini menciptakan lingkungan untuk jamur candida tumbuh dan menyebabkan gejala.

Perubahan hormon seperti ovulasi, menopause, atau kehamilan

Pengunaan seteroid

Sistim imun yang melemah: misalnya karena HIV/AIDS

Memakai pakaian dalam yang ketat atau non-kapas: hal ini dapat meningkatkan suhu, kelembaban, dan iritasi lokal.

Penggunaan douche, semprotan wangi kewanitaan

Goresan di vagina (selama penggunaan pembalut atau benda lainnya)
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual (juga disebut trich, diucapkan “trik”) yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Trikomoniasis adalah terutama infeksi saluran kemih dan kelamin. Bagi wanita, vagina adalah situs yang paling umum infeksi. Untuk pria, uretra paling sering terpengaruh.

Penyebab lain dari infeksi vagina mungkin karena anda bisa alergi terhadap spermisida, produk kebersihan vagina, dan deterjen dan pelembut kain yang anda gunakan untuk mencuci pakaian anda. Anda juga mungkin memiliki penyakit menular seksual yang berbeda. Wanita yang lebih tua mungkin mengalami vaginitis atrofi (penipisan dinding vagina dengan menopause). Anda mungkin sudah lupa untuk menghapus tampon, atau benda asing lain mungkin dalam iritasi vagina menyebabkan.

Gejala Infeksi Vagina
Keputihan, gatal, dan pembakaran adalah gejala umum dari berbagai bentuk infeksi vagina. Meskipun gejala infeksi ini bisa sangat mirip, ada beberapa perbedaan yang harus dicari dalam warna dan bau debit.
Beberapa keputihan ini sangat umum dan normal untuk wanita usia subur. Biasanya, kelenjar leher rahim memproduksi cairan lendir yang mengalir ke bawah, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina dibuang, dan sekresi kelenjar bartholin pada pembukaan vagina. Ini mungkin zat (tergantung pada seberapa banyak lendir ada) mengubah lendir warna keputihan, dan debit berubah kekuningan bila terkena udara. Ada saat sepanjang siklus menstruasi bahwa kelenjar leher rahim memproduksi lendir lebih dari yang lain, tergantung pada jumlah estrogen yang diproduksi. Hal ini normal.
Gairah seksual dan stres emosional memiliki keduanya telah dikaitkan dengan keputihan normal. Pengeluaran ini adalah, jelas lendir seperti sekresi.

Jika keputihan anda adalah abnormal dalam warna seperti hijau, memiliki bau busuk, konsistensi perubahan, atau secara signifikan meningkat atau menurun dalam jumlah, anda mungkin akan mengembangkan bentuk vaginitis.
Bakteri vaginosis (bv) menyebabkan keputihan abnormal dengan bau yang tidak menyenangkan. Beberapa wanita melaporkan bau fishlike kuat, terutama setelah berhubungan. Debit biasanya putih atau abu-abu. Hal ini dapat tipis. Anda juga mungkin telah terbakar saat buang air kecil atau gatal di sekitar bagian luar vagina, atau keduanya. Beberapa wanita dengan bv tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Infeksi jamur atau kandidiasis menyebabkan, tebal putih-abu-abu “keju cottage” jenis keputihan dan mungkin gatal. Anda mungkin memiliki rasa gatal pada alat kelamin anda. Nyeri buang air kecil dan hubungan seksual yang umum. Anda mungkin tidak selalu memiliki cairan vagina. Pria dengan kandidiasis genital mungkin memiliki ruam yang gatal pada penis. Kebanyakan mitra laki-laki dari wanita dengan infeksi jamur tidak mengalami gejala infeksi.

Trikomoniasis menyebabkan keputihan yang berbusa yang mungkin kuning-hijau atau abu-abu, gatal dan iritasi pada alat kelamin, rasa panas saat kencing (kadang-kadang bingung dengan infeksi saluran kemih), ketidaknyamanan saat berhubungan seksual, dan bau busuk. Karena trikomoniasis adalah penyakit menular seksual, gejala dapat muncul dalam waktu empat sampai 20 hari setelah paparan. Pria jarang memiliki gejala, tetapi jika mereka melakukannya, mereka mungkin memiliki debit, tipis keputihan dari penis dan nyeri buang air kecil atau sulit.

Sakit itu sendiri bukan merupakan gejala sering (kecuali gatal) dan harus meminta anda untuk melihat penyedia layanan kesehatan anda.
Jika anda memiliki kondisi yang disebut vulvodynia, anda mungkin merasakan seperti terbakar, tersengat, iritasi pada alat kelamin anda, tetapi tidak ada infeksi atau penyakit kulit vulva atau vagina. Ini adalah kondisi yang berbeda yang memerlukan diagnosis lebih lanjut dengan dokter.

sumber : penyebab-keputihan[dot]com