Tampilkan postingan dengan label pembalut natesh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembalut natesh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Keputihan Fisiologis dan Patologis

Keputihan adalah momok yang menakutkan bagi banyak wanita. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, keputihan sering membuat rasa percaya diri turun, terutama bagi wanita yang telah menikah. Keputihan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang harus diwaspadai (patologis).

Mana keputihan yang normal, mana yang harus mendapatkan perawatan dokter, Anda harus bisa membedakannya!
Dan penting untuk diketahui bahwa keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.


Keadaan normal pada kasus Keputihan terjadi beberapa hari pada masa sebelum subur, masa subur dan sesudah menstruasi. Terkadang pada saat sekitar masa subur itu ada lendir yang berlebihan, itu normal saja. dan biasanya tidak gatal, tidak berwarna dan tidak berbau. Sebaliknya keputihan patologis , adalah keputihan yang diakibatkan oleh infeksi pada vagina, bisa juga karena adanya benda asing dalam vagina. Infeksi ini sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa.


keputihan-patologis

Keputihan Fisiologis

Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Keputihan jenis ini akan terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi. Kondisi ini terjadi pada saat wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.
Ciri-ciri keputihan normal adalah:
  • Cairan encer
  • Warna cairan transparan atau bening
  • Cairan tidak lengket
  • Tidak bau
  • Tidak menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan yang keluar sedikit
Jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri di atas, tidak perlu panik. Hal ini normal terjadi setiap bulan. Jika Anda merasa tidak nyaman, basuh organ intim dengan air bersih, keringkan dengan handuk bersih dan ganti pakaian dalam Anda.

Keputihan Patologis
Keputihan jenis ini adalah keputihan yang tidak normal dan harus Anda waspadai. Beberapa keputihan jenis ini adalah sinyal penyakit di organ kewanitaan atau daerah rahim. Jika keputihan patologi terjadi pada ibu hamil, salah satu risikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi.
Ciri-ciri keputihan tidak normal adalah:
  • Cairannya kental
  • Biasanya berwarna putih susu, kuning, kehijauan atau keabu-abuan
  • Cairan terkadang lengket
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan banyak dan akan meninggalkan bercak pada pakaian dalam
Jika Anda mendapati ciri-ciri keputihan ini, saran terbaik kami adalah segera periksa ke dokter atau ahli kesehatan. Terlebih lagi jika keputihan yang Anda alami sudah sering terjadi. Seringkali wanita mencoba mengobati sendiri keputihan dengan minum obat, jamu atau memakai sabun pembersih kewanitaan yang justru bisa memperparah kondisi keputihan.

Didalam vagina sebetulnya terdapat berbagai macam bakteri, tetapi disana juga terdapat bakteri yang baik juga flora normal. Dalam vagina yang sehat tingkat keasaman nya adalah 3,5 sd 5,5 bila keasaman terganggu misalnya karena sabun kimiawi atau pembilas vagina (douch) kimiawi, atau juga cairan antiseptik, maka flora normalnya akan mati sehingga akan berkembang bakteri yang jahat. karena itu penggunaan douch dan cairan antiseptik harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau gunakan saja yang alami.

Bakteri jahat, kuman dan virus juga bisa terjadi karena hubungan seksual, atau dari closet dan alat mandi lainnya yang tidak higienis, bahkan keputihan juga bisa terjadi karena pemakaian celana dalam yang tidak bersih.
Keputihan yang dibiarkan sehingga menjadi ganas bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius seperti kanker leher rahim, gangguan kehamilan seperti kemandulan dan lain-lain

Sumber:  www.female.com

Walaupun tidak terlihat, selalu rawat dan sayangi organ kewanitaan Anda.
Mulai sekarang pilihlah Pembalut dan Pantyliner sehat, bebas bahan daur ulang dan bebas DIOKSIN.

Selasa, 02 Juli 2013

4 Tips Merawat Daerah Vagina


Pada prinsipnya merawat daerah vagina tidak jauh berbeda dengan cara merawat kebersihan diri tubuh lainnya. Namun karena posisi dan letak Miss V yang selalu tertutup, maka perlu ada perhatian khusus untuk perawatannya. Yang perlu diperhatikan adalah tingkat pH normal daerah Miss V adalah sekitar 3,5 – 4,5 pH. Jika nilai pH kulit terganggu, maka pelindung alami pada kulit di daerah tersebut menjadi berkurang atau menjadi lemah, sehingga rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Perawatan harian secara tepat akan membantu Anda menjaga Miss V tetap sehat. Berikut tipsnya :

 1. Treatment/perlakuan
Ketika membersihkan Miss V, tidak perlu menggosoknya terlalu kencang atau malah menggaruknya. Bersihkan dengan perlahan dan lembut, serta perhatikan arah gerakan tangan Anda ketika membersihkan. Sapukan tangan dari arah depan ke belakang. Cara ini berguna untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area Miss V.
 2. Pemilihan bahan pakaian
Selalu pilih underwear yang berbahan dasar katun, karena dapat menyerap keringat dengan baik. Area pinggul sampai dengan pangkal paha merupakan daerah tertutup sepanjang hari yang dapat menyebabkan keluarnya keringat berlebih. Jika keringat tidak terserap dengan baik, maka area tersebut akan bertumbuh bakteri yang menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Pastikan area Miss V tetap kering dan gantilah celana dalam minimal 2 kali sehari. Perhatikan juga penggunaan pakaian bawahan (baik rok maupun celana). Terlalu sering menggunakan celana ketat tentu tidak baik untuk sirkulasi udara di area Miss V. Kenakanlah rok sesekali. Area Miss V akan terjaga dan Anda tentu akan terlihat lebih manis bukan?
 3. Penggunaan produk penunjang
     Pembalut
Secara umum, tidak ada anjuran khusus dalam hal penggunaan dan pemilihan pembalut. Gunakan sesuai kebutuhan, misalnya pada malam hari gunakanlah pembalut dengan ukuran ekstra panjang. Jika sedang menstruasi, setiap mengganti pembalut, gantilah juga celana dalam Anda. Tidak perlu menunggu ‘tembus’ dulu. Penggantian celana dalam akan membantu area Miss V tetap kering dari keringat.
     Pantyliners
Demikian juga untuk penggunaan pantyliners, tidak ada larangan jika Anda ingin menggunakannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah tingkat alergi Miss V Anda terhadap sebuah produk pantyliners. Sedikit berbeda dengan penggunaan pembalut, penggunaan pantyliners sebaiknya diganti setiap kali setelah Buang Air Kecil (BAK). Untuk pencegahan alergi, sebaiknya tidak perlu menggunakan pantyliners setiap hari. Cukup gunakan pada hari-hari menjelang dan sesudah masa menstruasi Anda.
     Sabun
Jika ingin menggunakan sabun khusus area Miss V, sebaiknya pilih yang mengandung bahan herbal, misalnya sirih. Untuk membersihkan Miss V, sebetulnya menggunakan air yang mengalir saja sudah cukup, sehingga penggunaan sabun khusus untuk perawatan daerah vagina ini tidak perlu dipakai setiap hari. Untuk penggunaan sabun khusus daerah kelamin, bedakan penggunaannya dengan sabun badan. Kalaupun menggunakan sabun yang sama, pastikan sabun batang tersebut itu dibilas setelah digunakan. Hal ini untuk menghindari perpindahan bakteri dan kuman dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemisahan sabun juga diperlukan untuk sabun cuci tangan setelah buang air besar (BAB). Tempatkan sabun ini di dalam botol dengan pompa selang.
 4. Tindakan khusus
Keputihan merupakan hal yang normal bagi perempuan, apalagi menjelang dan sesudah masa menstruasi. Jika terjadi keputihan, bisa jadi itu merupakan alergi dari produk penunjang yang digunakan. Namun jika keputihan tidak kunjung berhenti, lendir yang keluar berwarna gelap dan mulai berbau serta mulai timbul rasa nyeri di perut bagian bawah, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk perempuan yang sudah menikah, sisihkan waktu dan dana untuk pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk deteksi gejala awal kanker mulut rahim atau kanker rahim. “Tidak perlu takut, karena pemeriksaan ini adalah salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan Miss V”, jelas Sri Rejeki, SST, MMKes, seorang dosen di STIKes Immanuel, Bandung. Berkonsultasilah dengan dokter jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Intinya adalah selalu jaga kebersihan dan kesehatan tubuh Anda sendiri. Sama seperti halnya mandi, membersihkan dan merawat daerah vagina juga perlu dilakukan setiap hari. Tips lainnya untuk Anda, selalu sedia celana dalam dalam tas Anda sedang maupun tidak sedang menstruasi. Serta gunakan Pembalut dan Pantyliner yang bebas daur ulang dan bebas DIOKSIN.
Solusi Sehat Atasi Keputihan, Cegah Kanker Serviks dengan Natesh Sanitary Pads Klik Disini

Sumber: http://tipsmengatasikeputihan.com

Rabu, 22 Mei 2013

Gatal Saat Haid

Secara umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga berlaku bagi kesehatan organ intim, apalagi buat para perempuan dan tinggal di daerah tropis. Udara yang panas cenderung lembab sering membuat kita merasa gerah dan mudah berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama di bagian tubuh yang tertutup dan lipatan-lipatan tubuh, yang akan menyebabkan bakteri mudah berkembang biak, menimbulkan bau yang tidak sedap dan gatal serta menimbulkan penyakit.



Kesehatan organ intim (pada wanita) yakni vagina sangatlah penting. Vagina yang sehat dan bersih memiliki keseimbangan kimiawi yang bersifat asam dengan pH 3.5, dimana dalam situasi asam ini bakteri baik yang ada di dalam vagina mampu membersihkan vagina secara optimal sehingga keseimbangan kelembaban di vagina selalu terjaga. Keluhan yang sering dialami pada vagina seperti rasa gatal, muncul bintik-bintik seperti jerawat, keluarnya cairan keputihan (tidak normal) atau infeksi vagina lainnya pada umumnya disebabkan karena kebersihan dan kelembaban vagina yang sedang terganggu, salah satunya adalah di saat perempuan sedang mengalami menstruasi dan keputihan.


Menjelang atau disaat menstruasi, sebagian besar perempuan secara normal akan mengalami keluarnya lendir keputihan. Jadi bisa dibayangkan, cairan keputihan yang keluar beberapa hari menjelang menstruasi dan dilanjuti dengan keluarnya darah menstruasi, tentunya kondisi seperti ini akan meningkatkan resiko terganggunya keseimbangan kelembaban di daerah vagina terlebih jika perempuan tidak memperhatikan kebersihan daerah vagina dengan baik sehingga muncullah beragam keluhan seperti yang dikatakan ssebelumnya.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan perempuan dalam menjaga kebersihan khususnya daerah vagina di saat mengalami keputihan dan menstruasi adalah :
  1. Secara teratur membasuh bagian di antara vulva (bibir vagina) dengan hati-hati menggunakan air bersih setiap habis buang air kecil, buang air besar, ketika mandi, dan saat menganti pembalut atau pantyliner, tujuannya adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva di luar vagina. Bagian dalam vagina biasanya akan mampu menjaga kebersihannya sendiri.
  2. Dianjurkan saat membasuh vagina dengan cara yang benar yakni dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina. Setelah itu, sebelum pakai celana lagi, keringkan dulu dengan menggunakan handuk atau tisu yang tidak berparfum.
  3. Gantilah sesegera mungkin pembalut atau pantyliner jika sudah merasakan tidak nyaman atau lembab terutama di saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya (hari ke 1-3 menstruasi) dengan frekuensi pergantian yang dianjurkan yakni tiap 1-2 jam sekali. Jika sudah dirasakan berkurang darah menstruasi yang keluar, frekuensi mengganti pembalut yang dianjurkan bisa tiap 3-4 jam sekali namun semua itu tergantung dari jumlah darah menstruasi dan seberapa sering kamu buang air atau padat tidaknya akifitas disaat itu. Jika frekuensi mengganti pembalut terlalu lama dan darah menstruasi lagi banyak-banyaknya, maka “tampungan” darah didalam pembalut akan menjadi sumber penyakit (bakteri) dan meningkatkan suasana “lembab” di daerah vagina yang akhirnya sering terasa gatal di saat menstruasi, kemudian di garuk dan lecet – infeksi.
  4. Pilihlah jenis pembalut atau pantyliner yang menurut kamu nyaman dan tidak menimbulkan iritasi pada daerah kulit sekitar vagina.
  5. Gunakanlah celana dalam dari bahan katun agar bisa menyerap keringat dan tidak menambah lembab daerah intim disaat menstruasi, gantilah celana dalam jika sudah merasa tidak nyaman.
  6. Sebisa mungkin batasi dulu menggunakan celana jeans yang terlalu ketat di saat menstruasi.
  7. Minumlah air putih yang cukup serta konsumsi makanan yang sehat dan berserat untuk membantu tubuh agar tetap sehat setiap hari.
Sumber: http://lira-y-fkm11.web.unair.ac.id/

Ladies, Jangan salah memilih pembalut ya. Natesh pembalut yang bebas daur ulang & bebas DIOKSIN, mencegah gatal dan bau tidak sedap saat haid.
Selengkapnya cek: www.tokopembalut.com

Jumat, 03 Mei 2013

Bolehkah Keramas Saat Sedang Menstruasi?


Cara-Mengeringkan-Rambut-Tanpa-Hairdryer
Ada mitos menyatakan, sebaiknya saat menstruasi, terutama hari pertama, kita tidak mencuci rambut. Ada juga yang bilang, bila kita sering melakukan kebiasaan ini, kita akan lebih cepat mengalami menopause. Apakah ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini?
Menurut dr Caroline Tirtajasa, Sp, OG, dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta, larangan untuk mencuci rambut di saat sedang menstruasi hanyalah mitos belaka. Tidak ada penjelasan dari sisi ilmiah yang bisa menjelaskan tentang mitos tersebut. Jadi, sebenarnya tidak ada hubungan erat antara kebiasaan mencuci rambut di saat menstruasi dan percepatan terjadinya menopause.


"Menurut saya, yang terpenting untuk dilakukan saat sedang menstruasi adalah menjaga kebersihan. Terutama, kebersihan di daerah organ kelamin dan sekitarnya. Sebab, darah haid bisa menyebabkan gatal-gatal dan mengundang datangnya kuman-kuman, apalagi jika air yang Anda gunakan untuk membasuh itu mengandung kuman-kuman yang bisa menyebabkan infeksi," ujar dr Caroline.
Karena itu, lebih baik Anda memusatkan perhatian untuk tindakan ini, dan tidak lagi terlalu percaya pada mitos.

Sumber: Prevention Indonesia
female.kompas.com/read/2009/05/28/14324975/Bolehkah.Keramas.Saat.Sedang.Menstruasi.



Rabu, 24 April 2013

Pembalut Wanita Yang Aman dan Baik

Apakah Anda Tahu, Betapa Jahatnya Pembalut Biasa Yang Anda Gunakan Sehari-hari?

Pembalut wanita adalah termasuk produk “cepat saji” dan produk sekali pakai. Karena itu, untuk menghemat biaya produksi, para produsen pembalut kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar pembalut wanita.
Pembalut wanita merupakan produk yang sangat besar pasarnya serta merupakan produk sekali pakai, oleh karena itu untuk menghemat biaya produksi, industri pemblaut wanita biasanya menggunakan produk daur ulang dari sampah kertas bekas sebagai bahan dasar dari pembalut wanita yg saat ini banyak beredar di pasaran.

bahan pembuat pembalut adalah kertas bekas, koran bekas, hingga kardus bekas.
Karena menggunakan bahan kertas daur ulang tentunya dibutuhkan suatu proses dengan bahan kimia untuk membuat kertas daur ulang tersebut menjadi berwarna putih, membunuh bakteri-bakteri, serta menghilangkan bau sampahnya.



Adakah suatu cara untuk membuktikan bahwa pembalut yang biasa saya gunakan terbuat dari sampah kertas daur ulang serta mengandung bahan-bahan kimia yg sangat berbahaya bagi organ reproduksi ?
Sebagian besar wanita tidak tahu bahwa pembalut yg mereke gunakan sehari-hari selama ini terbuat dari bahan-bahan yg sangat tidak layak pakai. Banyak wanita yg membeli pembalut biasa / panty liners biasa yg ada dipasaran karena mereka hanya memikirkan harga yg murah dan sudah cukup enak dipakai, tapi tanpa mengetahui sedikitpun ancaman kesehatan organ reproduksi yg sedang mengancam mereka.


Coba lakukanlah pengujian sebagai berikut:
  1. Sobek produk pembalut yang biasa anda gunakan, ambil bagian inti di dalamnya.
  2. Ambil air putih segelas. Sebisamungkin gunakan gelas yang transparan sehingga lebih jelas.
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  4. Lihat perubahan warna dalam air.
  5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung bahan pemutih.
  6. Anda akan menemukan gulungan kertas dan bukan kapas.
  7. Bahan pemutih tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/serviks dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya.

FAKTA 1:
Pembalut biasa yang ada di pasaran mengandung dioksin yang dipakai pada bahan pemutih.

Apakah Dioksin Itu, dan Apa Akibat yang Ditimbulkan Kalau Organ Intim Saya Terpapar Oleh Bahan Kimia Ini?

Hasil-hasil riset tentang dioksin berikut menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas:
  • Dioksin merupakan produk sampingan dari proses pemutihan yang digunakan dalam pembuatan produk kertas, termasuk tampon, sanitary pads (pembalut), panty liners, dan popok diapers. (Kongres Tampon Safety and Act, 1999)
  • Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (Endometriosis Association, 2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, sistem endokrin, reproduksi, fungsi imunitas dan faktor pertumbuhan (Jurnal Environmental Health Perspective, 1995)
  • Wanita yang terpapar dioksin dapat mengalami gangguan endokrin pada berbagai tahap kehidupan yang meningkatkan risiko gangguan dan kondisi yang berkaitan dengan masalah hormon seperti ketidakteraturan siklus menstruasi, infertilitas/mandul, endometriosis, gangguan autoimun dan kanker sistem reproduksi. (National Institute of Health, 2005)
  • Dalam penelitian in vitro dan in vivo (dicobakan ke hewan), paparan 2,3,7,8-TCDD (senyawa klorin) positif merusak hingga ke tingkat genetik seperti kerusakan DNA, mutasi gen, pertukaran kromatid saudara dan transformasi sel. (IARC, 1997)
  • Paparan dioksin dalam kadar tinggi, selain berisiko menimbulkan kanker dan non kanker juga mengganggu pertumbuhan/perkembangan janin, bayi/anak, karena dioksin dapat ditransfer melalui plasenta dan ASI. (Tampon Safety and Act Congress, 1999)
  • Ambang batas dioksin dalam tubuh manusia adalah 1 pikogram/kg berat badan. (EPA, 1987)
  • Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang. (Dioksin in American Sanitary products, 1998)
  • Butuh minimal 8 tahun dari 50% dioksin dikeluarkan tubuh. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Salah satu sumber dioksin adalah bahan pemutih, bleaching, bubur kertas. (Fact Sheet of Dioksin, 2004)
  • Paraahli kesehatan merekomendasikan pemakaian pembalut yang tidak diberi pemutih dan serat sintetik, karena pemutih dapat menyebabkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, kanker mulut rahim/serviks, kanker payudara. (Tampon Safety, 2003)
Bagaimana Dioksin Masuk ke Rahim?
Bila darah haid (bersifat panas) jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Uap dioksin masuk ke liang vagina, terus masuk ke serviks bahkan ke rongga rahim bahkan sampai ke ovarium. (YLKI)

FAKTA 2:
Bahan pemutih yang mengandung dioksin meningkatkan risiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, keputihan, kanker mulut rahim/serviks, dan kanker payudara.


Fakta-fakta Tentang Kanker Mulut Rahim/Serviks

  • Kanker serviks (mulut / leher rahim) adalah penyakit pembunuh wanita no 1 di dunia dengan jumlah penerita 630 juta (WHO).
  • Setiap hari kanker serviks merenggut nyawa 600 wanita di dunia dan 20 wanita Indonesia(YKI).
  • Menyerang 50% wanita usia 35-55 tahun, 50% lagi di bawah 35 tahun.
  • Di Indonesia, setiap hari 41 wanita terdeteksi kanker serviks (YKI).
  • Indonesiaadalah negara dengan insiden kanker serviks tertinggi di dunia (WHO).
  • Peluang meninggal bila seorang wanita terdiagnosa kanker ini adalah 66%.

Apakah Hubungan Antara Kanker Serviks dan Pemakaian Pembalut yg Mengandung Bahan Kimia Dioksin ?

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Infeksi HPV sebenarnya hal yang biasa terjadi. Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Kebanyakan orang dewasa telah terinfeksi HPV pada suatu saat dalam kehidupan mereka. Tetapi tidak semua wanita yang terinfeksi oleh virus ini menderita kanker serviks. Ada beberapa kombinasi faktor-faktor tambahan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit ini, yaitu antara lain: kebiasaan merokok, melemahnya sistem kekebalan tubuh, adanya infeksi bakteri/virus lain dalam tubuh, kurangnya kebersihan, dan paparan bahan kimia.

Hentikan Penggunaan Pembalut Biasa Sekarang Juga!

Hanya Gunakan Pembalut yg Sehat !

Natesh adalah pembalut dan Pentyliner terbaik untuk semua wanita, karena terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari bahan pemutih (Zat Dioksin), mengandung nano silver untuk membunuh kuman, selain itu terdapat FIR, anion, dan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi dan mengatasi masalah menstruasi seperti nyeri haid.

 

 

sumber : http://mypembalutanion,com/pembalut-wanita-yang-baik/

Senin, 15 April 2013

Keputihan, Normal atau Bahaya?


Rata-rata semua cewek pernah ngalamin keputihan. Ada yang langsung ketakutan, ada juga yang cuek aja. Tapi sebelum kita panik atau terlalu cuek, baiknya dicari tau, keputihan yang kita alamin tergolong apa? Normal atau berbahaya? Ladies, keputihan emang udah jadi penyakit cewek. Hampir semua cewek pasti pernah ngalamin keputihan, karena keputihan bisa nyerang siapa aja, baik cewek dewasa maupun remaja. Tapi masih banyak aja yang gak tau tentang keputihan itu sendiri. Padahal keputihan itu bisa berbahaya. Bukannya mau nakut-nakutin, tapi keputihan bisa mengakibatkan kemandulan bahkan kematian! Waduh, pastinya banyak cewek panik kalo sampe organ tubuh yang satu ini bermasalah, kan? Nah, daripada kamu salah informasi karena nanya sana-sini, mending kamu baca info di bawah ini, dan cocokin dengan keluhan-keluhan yang kamu alamin. Siapa tau kamu emang butuh pertolongan serius. 


Apa itu keputihan?

Keputihan adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina alias Miss V. Cairan ini warnanya bisa putih, keabu-abuan, hijau kekuningan, bahkan ada yang disertai darah. Kadar kental enggaknya juga beda-beda. Ada yang kental, ada yang cair dan ada yang berbusa. Semuanya tergantung dari jenis keputihan itu.

Keputihan disebabkan oleh 2 hal, yaitu faktor fisiologis ( dalam keadaan normal ) dan faktor patologis ( karena penyakit ). Keputihan ini juga gak mengenal batasan usia. Muda dan tua, semuanya berisiko keputihan.

Kalo keputihan yang timbul karena penyakit gak diobati alias dicueki, bisa menyebabkan kemandulan, hamil di luar kandungan, bahkan kematian, karena keputihan juga bisa jadi pertanda awal dari kanker rahim.

Gimana ciri-ciri keputihan?

- Keluar cairan berlebihan
- Nyeri
- Gatal
- Panas
- Sakit
- Bau
Semua gejala ini terjadi pada Miss V ato disekitarnya.

Penyebab keputihan

1. Jamur
Biasanya disebabkan oleh jamur candida albicans yang menyebabkan rasa gatal di sekitar miss V. Keputihan akibat jamur ini berwarna putih kekuning-kuningan dengan bau yang khas. Keputihan jamur bisa diakibatkan oleh kehamilan, penggunaan pil KB, steroid, diabetes, obesitas, antibiotik, daya tahan tubuh rendah, de-el-el.

2. Bakteri
Umumnya diakibatkan oleh bakteri gardnerella dan keputihannya disebut bacterial vaginosis dengan ciri-ciri cairannya encer dengan warna putih keabu-abuan dan baunya amis. Keputihan akibat bakteri biasanya muncul saat kehamilan, gonta-ganti pasangan, penggunaan alat kb spiral atau iud dan lain sebagainya.

3. Virus
Keputihan yang disebabkan oleh virus biasanya bawaan dari penyakit HIV/AIDS, condyloma, herpes dan lain-lain yang bisa memicu munculnya kanker rahim. Keputihan virus herpes menular dari hubungan seksual dengan gejala ada luka melepuh di sekeliling Miss V dengan cairan gatal dan dan rasanya panas. Sedangkan condyloma memiliki gejala ada banyak kutil tubuh dengan cairan yang bau.

4. Parasit
Keputihan akibat parasit diakibatkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menular dari kontak seks/ hubungan seks dengan cairan yang berwarna kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa. Kadang bisa gatal dan membuat iritasi. Parasit keputihan ini bisa menular lewat tukar-menukar peralatan mandi, pinjam-meminjam pakaian dalam, menduduki kloset yang terkontaminasi, de-es-be.

Cara Mengobati Keputihan

Nah, dari penyebab keputihan yang udah dibahas di atas, kita bisa tau kan, keputihan yang kita alami adalah keputihan jenis apa, dan tergolong bahaya ato gak? Yang pasti, parah ato enggaknya keputihan, tetap aja harus diobatin supaya gak nyesel di esok-esok.

1. Jaga kebersihan
Lagi-lagi soal kebersihan jadi isu utama kalo kita bahas tentang kesehatan. Yup, kebersihan emang berkaitan erat untuk nyembuhin keputihan. Bicara soal kebrsihan emang bukan hal gampang, karena gak semua benda yang berhubungan dengan Miss V berada di bawah pengawasan kita. Tapi setidaknya beberapa benda seperti handuk, celana dalam, tissu toilet, dan tempat duduk bisa kita awasin kebersihannya. Selain itu kamu juga kudu aware dengan tempat-tempat umum, seperti toilet umum.

2. Jaga keseimbangan Ph
Miss V butuh keseimbangan Ph untuk memelihara ekosistem alaminya. Artinya, walaupun Miss V harus selalu bersih, tapi bukan berarti kita bersiin semua kandungan yang ada di dalamnya. Miss V mengandung Ph alami yang harus dijaga, yaitu kandungan Ph yang bernilai antara 3,5 – 5,5. So, keseringan bersiin Miss V apalagi pake sabun antiseptik ato sabun biasa yang bisa ngerusak Ph alaminya justru bikin Miss V lebih mudah diserang keputihan. Sebaiknya gunain produk khusus pembersih Miss V, yang bisa menjaga keseimbangan Ph nya itu.

3. Jaga kondisi tubuh
Kondisi tubuh juga jadi salah satu penyebab munculnya keputihan. Kurang tidur, kecapean, stres, pola hidup gak teratur, dan kondisi tubuh gak fit bisa bikin keputihan, baiknya hidup secara teratur, sehat, dan tentu saja anti stres. Gampang banget, kan?!

4. Periksa ke dokter
Untuk keputihan yang udah parah ( disebabkan penyakit atau udah menahun ), sebaiknya periksa ke dokter dan konsultasi sampe tuntas. Gak perlu malu ato takut, karena kalo ditunda-tunda bisa makin bahaya dan lebih susah diobatin. Lagian masalah keputihan yang uadah parah emang butuh penanganan ahli, loh.

5. Gunakan pembalut yang baik, salah satu manfaat pembalut Natesh dapat mencegah dan mengatasai keputihan,



Hati-hati Pembalut Perempuan Penyebab Kanker


Kanker Serviks saat ini telah menjadi pembunuh utama bagi kaum perempuan selain Kanker Payudara. Di dunia, setiap dua menit ada perempuan yang meninggal karena kanker serviks, sedangkan di Indonesia setiap jam selalu ada yang meninggal dunia.


Dan tahukah anda bahwa pembalut perempuan ternyata bisa sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya kanker serviks ? Ya, zat DIOKSIN atau pemutih barang bekas inilah yang dapat menyebabkan kanker serviks.Memang tidak semua pembalut perempuan mengandung dioksin, tapi jika anda tidak hati-hati, maka bisa berakibat fatal bagi kesehatan anda.

Pembalut perempuan yang banyak beredar saat ini umumnya terbuat dari katun, rayon, atau campuran rayon dan kapas. Rayon terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pulp kayu. Nah, untuk mendapatkan bahan baku rayon untuk tampon dan pembalut ini, umumnya perlu dilakukan proses pemutihan pulp kayu (bleaching) dan pemurnian. Di bawah ini ada beberapa cara pemutihan yang dilakukan, yaitu :


1. Pemutihan menggunakan gas klorin. Proses ini dapat menghasilkan dioksinsebagai produk sampingannya. Proses ini digunakan oleh pemasok bahan baku rayon untuk tampon di masa lalu. Diperlukan beberapa proses berikutnya untuk menghilangkan dioksin. Di Amerika, proses ini tidak boleh lagi digunakan oleh produsen pembalut wanita atau tampon dan sanitary napkins lainnya.
2. Pemutihan yang bebas elemen klorin. Pemutihan ini tidak menggunakan gas klorin, tetapi menggunakan hidrogen peroksida. Proses ini tidak menghasilkan dioksin sebagai kontaminan, sehingga sering pula disebut proses pemutihan bebas dioksin.
Dari sinilah nampaknya kemudian muncul rumor bahwa pembalut wanita mengandung dioksin. Beberapa tahun yang lalu, FDA meminta produsen besar pembalut untuk menguji produk mereka terhadap dioksin menggunakan metode analisis yang disetujui oleh US EPA (Environmental Protection Agency). Data menunjukkan bahwa tingkat dioksin dalam rayon berkisar dari tidak terdeteksi sampai dengan 1 bagian dalam 3 triliun, jauh di bawah ambang batas yang menempatkan konsumen pada risiko kanker. FDA telah menetapkan bahwa dioksin terdapat pada rayon terdapat pada tingkat yang sangat rendah yang tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Dioksin itu apa sih ?

Dioksin merupakan bahan pencemar lingkungan. Dioksin menjadi perhatian karena mereka sangat beracun. Percobaan telah menunjukkan bahwa mereka dapat mempengaruhi sejumlah organ dan sistem. Setelah dioksin memasuki tubuh, mereka bertahan lama karena stabilitas kimia dan kemampuan mereka untuk diserap oleh jaringan lemak, di mana mereka kemudian disimpan dalam tubuh. Waktu paruh mereka di dalam tubuh diperkirakan 7-11 tahun.

Dalam lingkungan, dioksin cenderung menumpuk dalam rantai makanan. Semakin tinggi posisi dalam rantai makanan, semakin tinggi konsentrasi dioksin. Nama kimia untuk dioksin adalah: 2,3,7,8 – tetrachlorodibenzo para dioksin (TCDD).Nama “dioksin” sering digunakan untuk keluarga poliklorinasi dibenzo dioksin (PCDDs) dan poliklorinasi dibenzofurans (PCDFs) yang memiliki kemiripan struktur kimia. Dioksin tertentu seperti polychlorinated biphenyls (PCB) dengan sifat racun serupa juga termasuk dalam istilah”dioksin”. Ada 419 jenis senyawa sejenis dioksin yang telah diidentifikasi, tetapi hanya sekitar 30 di antaranya yang dianggap memiliki toksisitas yang signifikan, dimana TCDD adalah yang paling beracun.

Dioksin merupakan produk sampingan utama dari proses-proses industri, tetapi juga dapat merupakan hasil dari proses alam, seperti letusan gunung berapi dan kebakaran hutan. Dioksin merupakan senyawa samping yang tidak diinginkan dari berbagai proses manufaktur termasuk peleburan, pemutihan klorin pulp kertas dan pembuatan beberapa herbisida dan pestisida. Dalam hal pelepasan dioksin ke lingkungan, insinerator limbah yang tidak terkontrol (limbah padat dan limbah rumah sakit) sering menjadi penyebab utama karena pembakaran yang tidak sempurna. Meskipun pembentukan dioksin adalah lokal, distribusinya ke dalam lingkungan bersifat global. Dioksin ditemukan dalam lingkungan di seluruh dunia. Tingkat tertinggi dari senyawa ini ditemukan pada sedimen, tanah dan makanan, terutama produk susu, daging, ikan dan kerang. Tingkat yang sangat rendah ditemukan pada tanaman, air dan udara.

Paparan jangka pendek dioksin kadar tinggi pada manusia dapat mengakibatkan lesi kulit, seperti chloracne (sejenis jerawat akibat paparan senyawa halogen, termasuk dioksin) dan penggelapan warna kulit, dan gangguan fungsi hati.
Sedangkan paparan jangka panjang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, perkembangan sistem saraf, sistem endokrin dan fungsi reproduksi. Paparan kronis dioksin pada hewan telah mengakibatkan beberapa jenis kanker. TCDD dievaluasi olehBadan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) WHO  pada tahun 1997. Berdasarkan data hewan dan pada data epidemiologi manusia, TCDD diklasifikasikan oleh IARC sebagai “karsinogen bagi manusia” .

Bagaimanakah Cara Menguji Pembalut Perempuan Berdioksin ?

Walaupun belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun perempuan diminta hati-hati jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks.
Untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Caranya adalah   lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Satu jam kemudian perhatikan, lapisan dalam tersebut pasti akan hancur jika terbuat dari kertas daur ulang, tapi jika air rendamannya jadi sangat keruh keputihan, itu artinya pembalut anda tidak aman karena mengandung dioksin atau zat pemutih yang banyak.

Tapi bagaimana jika hancur tapi air tidak keruh? Dalam hal ini bisa dikatakan pembalut anda masih juga kurang aman karena jika hancur sudah berarti berbahan dasar kertas daur ulang. Kita tidak dapat memprediksi seberapa besar kadar dioksinnya, karena pengetesan ini sekedar pengetesan yang sederhana tanpa bantuan alat lab yang canggih. Jadi intinya, jika tidak hancur dan air tetap jernih, maka pembalut itu aman dipakai.

Produk pembalut perempuan yang berkualitas buruk yang mengandung dioksin  sering menyebabkan bagian intim organ perempuan selalu mengalami banyak masalah. Seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, serta memicu terjadinya kanker serviks. Menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per millimeter persegi ditemukan diatas pembalut perempuan.Kondisi inilah yang membuat pembalut menjadi sarang pertumbuhan bakteri merugikan. Jadi bagi para perempuan, berhati-hati dalam memilih pembalut yang akan digunakan adalah pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan dirinya di masa yang akan datang.

*Dari berbagai sumber
Ditulis oleh : Dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)
http://www.lkc.or.id/2013/03/28/hati-hati-pembalut-perempuan-penyebab-kanker/

Minggu, 14 April 2013

Hati-hati Nyeri Menstruasi yang Berlebihan


Hampir semua wanita mengalami nyeri menstruasi pada sebelum atau saat menstruasi. Apabila nyeri tersebut terlalu berlebihan hingga membuat kita tidak bisa bangun dari tempat tidur, hal tersebut yang harus diwaspadai. Menurut Dr. J.M. Seno Adjie, SpOG (K) nyeri tersebut disebut Dismenore.
Dismenore terbagi menjadi 2 jenis yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Pada dismenore primer tidak ditemukan kelainan ginekologi, namun nyeri diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostagladin. Sedangkan pada dismenore sekunder berhubungan dengan kelainan kongenital atau kelainan organ di pelvis, rasa nyeri yang timbul disebabkan karena adanya kelainan seperti endometriosis, mioma uteri, peradangan tuba falopi, perlengketan abnormal antara organ dalam perut dan biasanya terjadi pada usia 20 tahun.

Gejala Dismenore adalah nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagian nyeri timbul terus menerus. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit, diare, dan sering berkemih kadang samapai terjadi muntah.
Untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Selain dengan obat-obatan dapat dikurangi dengan istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, atau kompres hangat di daerah perut. Perlu diketahui bahwa kelainan/gangguan organik di pelvis (seperti endometriosis, mioma, kista hingga kanker serviks) dapat disebabkan oleh senyawa-senyawa toksik seperti DIOKSIN. Dioksin dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman dan PEMBALUT yang tidak berkualitas.

Natesh adalah pembalut dan Pentyliner terbaik untuk semua wanita, karena terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari bahan pemutih (Zat Dioksin), mengandung nano silver untuk membunuh kuman, selain itu terdapat FIR, anion, dan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi dan mengatasi masalah menstruasi seperti nyeri haid.

Referensi
Majalah Dokter Kita Edisi 7-Thn II-Juli 2007
Medicastore.com
farmasiku.com

Sabtu, 06 April 2013

Keputihan dan Infeksi Vagina – Penyebab,Cara Mengatasinya


Keputihan adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan vagina. Vulvovaginitis mengacu pada peradangan bahasa dari kedua vagina dan vulva (Alat Kelamin Wanita eksternal). Kondisi ini disebabkan infeksi oleh bakteri, ragi, atau virus, maupun oleh iritasi dari bahan kimia dalam krim, semprotan, atau bahkan pakaian dalam yang berkontak langsung. Dalam beberapa kasus,vagina menciptakan lingkungan sendiri dan menjaga keseimbangan antara bakteri yang normal ditemukan dan perubahan hormon dalam tubuh Wanita.

Beberapa infeksi vaginanya ditularkan oleh hubungan seksual, tetapi dilengkapi dengan bakteri dan jamur. Keputihan sering disebabkan infeksi oleh bakteri dan jamur, yang menciptakan kesulitan dan ketidaknyamanan.
Tiga infeksi Vagina Yang Umum. Penyebabnya sangat berbeda, gejala mereka mirip dan pengobatannya bervariasi.
  • Bakteri vaginosis
  • Infeksi vagina karena jamur
  • Trikomoniasis
Banyak wanita sering keliru berpikir bahwa mereka menderita “infeksi jamur”, dalam kenyataannya, mereka menderita infeksi vagina.


Penyebab Infeksi Vagina
Bakteri vaginosis (BV) adalah penyebab untuk 50% kasus BV disebabkan oleh perubahan dalam bakteri biasanya ditemukan di vagina dan menyebabkan pertumbuhan berlebih.

Faktor tersebut meliputi kehamilan, penggunaan perangkat (IUD) dalam kandungan, Dan sering douching. Hal inisial terkait di masa mendatang pada aktivitas seksual. Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual jarang terpengaruh.

Di amerika Serikat, sebanyak 16% wanita hamil memiliki BV. Suami bervariasi oleh ras dan etnis bahasa dari 6% di Asia dan 9% dalam putih sampai 16% di Hispanik Dan 23% di Afrika amerika.

Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh jamur yang disebut candida albicans. Suami juga disebut kandidiasis, kandidiasis genital, kandidiasis vulvovaginal atau (vvc). Sebuah infeksi jamur dapat menyebar ke bagian tidak lain bahasa dari tubuh termasuk kulit, selaput lendir, katup jantung, kerongkongan, dan daerah lainnya. Hal inisial dapat menyebabkan infeksi sistemik jiwa yang mengancam terutama pada orangutan mencari google artikel baru kerusakan pertahanan kekebalan tubuh (saling melengkapi perempuan yang sedang hamil dan orangutan yang hiv positif, memiliki diabetes, atau minum steroid).

Hampir 75% dari seluruh wanita dewasa telah memiliki setidaknya satu infeksi jamur kelamin dalam hidup mereka. Infeksi jamur vagina tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, tapi 12% sampai 15% pria akan mengalami gejala seperti gatal-gatal dan ruam penis setelah kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

Infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari biasanya jamur tumbuh di vagina yang menciptakan gejala yang tidak menyenangkan. Ragi yang dikendalikan dengan normal bakteri yang tumbuh dalam tubuh. Jika keseimbangan alami dari mikroorganisme terganggu, ragi tumbuh di luar kendali. Tidak jelas bagaimana infeksi jamur berasal, tetapi mereka tidak dianggap menular seksual. Bakteri sendiri alami menyebabkan jenis infeksi ketika ketidakseimbangan terjadi, mungkin disebabkan oleh salah satu peristiwa ini:

Antibiotik digunakan: antibiotik membunuh bakteri pelindung dalam vagina. Bakteri ini biasanya menghentikan organisme candida dari tumbuh berlebihan. Infeksi jamur dapat terjadi setelah anda mengambil antibiotik sebagai penyakit lain seperti radang tenggorokan.

Diabetes: kedua diabetes dan kehamilan membuat vagina lebih cocok untuk pertumbuhan jamur. Kondisi tersebut menurunkan toko glikogen dalam sel vagina tertentu. Mereka juga dapat menaikkan kadar gula (dan ph) vagina dan menempatkan anda pada risiko infeksi jamur.

Alkohol berlebihan

Pil kb: perubahan lingkungan vagina terjadi dengan tingkat hormon estrogen meningkat dari yang mengandung pil kb. Perubahan ini menciptakan lingkungan untuk jamur candida tumbuh dan menyebabkan gejala.

Perubahan hormon seperti ovulasi, menopause, atau kehamilan

Pengunaan seteroid

Sistim imun yang melemah: misalnya karena HIV/AIDS

Memakai pakaian dalam yang ketat atau non-kapas: hal ini dapat meningkatkan suhu, kelembaban, dan iritasi lokal.

Penggunaan douche, semprotan wangi kewanitaan

Goresan di vagina (selama penggunaan pembalut atau benda lainnya)
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual (juga disebut trich, diucapkan “trik”) yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Trikomoniasis adalah terutama infeksi saluran kemih dan kelamin. Bagi wanita, vagina adalah situs yang paling umum infeksi. Untuk pria, uretra paling sering terpengaruh.

Penyebab lain dari infeksi vagina mungkin karena anda bisa alergi terhadap spermisida, produk kebersihan vagina, dan deterjen dan pelembut kain yang anda gunakan untuk mencuci pakaian anda. Anda juga mungkin memiliki penyakit menular seksual yang berbeda. Wanita yang lebih tua mungkin mengalami vaginitis atrofi (penipisan dinding vagina dengan menopause). Anda mungkin sudah lupa untuk menghapus tampon, atau benda asing lain mungkin dalam iritasi vagina menyebabkan.

Gejala Infeksi Vagina
Keputihan, gatal, dan pembakaran adalah gejala umum dari berbagai bentuk infeksi vagina. Meskipun gejala infeksi ini bisa sangat mirip, ada beberapa perbedaan yang harus dicari dalam warna dan bau debit.
Beberapa keputihan ini sangat umum dan normal untuk wanita usia subur. Biasanya, kelenjar leher rahim memproduksi cairan lendir yang mengalir ke bawah, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina dibuang, dan sekresi kelenjar bartholin pada pembukaan vagina. Ini mungkin zat (tergantung pada seberapa banyak lendir ada) mengubah lendir warna keputihan, dan debit berubah kekuningan bila terkena udara. Ada saat sepanjang siklus menstruasi bahwa kelenjar leher rahim memproduksi lendir lebih dari yang lain, tergantung pada jumlah estrogen yang diproduksi. Hal ini normal.
Gairah seksual dan stres emosional memiliki keduanya telah dikaitkan dengan keputihan normal. Pengeluaran ini adalah, jelas lendir seperti sekresi.

Jika keputihan anda adalah abnormal dalam warna seperti hijau, memiliki bau busuk, konsistensi perubahan, atau secara signifikan meningkat atau menurun dalam jumlah, anda mungkin akan mengembangkan bentuk vaginitis.
Bakteri vaginosis (bv) menyebabkan keputihan abnormal dengan bau yang tidak menyenangkan. Beberapa wanita melaporkan bau fishlike kuat, terutama setelah berhubungan. Debit biasanya putih atau abu-abu. Hal ini dapat tipis. Anda juga mungkin telah terbakar saat buang air kecil atau gatal di sekitar bagian luar vagina, atau keduanya. Beberapa wanita dengan bv tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Infeksi jamur atau kandidiasis menyebabkan, tebal putih-abu-abu “keju cottage” jenis keputihan dan mungkin gatal. Anda mungkin memiliki rasa gatal pada alat kelamin anda. Nyeri buang air kecil dan hubungan seksual yang umum. Anda mungkin tidak selalu memiliki cairan vagina. Pria dengan kandidiasis genital mungkin memiliki ruam yang gatal pada penis. Kebanyakan mitra laki-laki dari wanita dengan infeksi jamur tidak mengalami gejala infeksi.

Trikomoniasis menyebabkan keputihan yang berbusa yang mungkin kuning-hijau atau abu-abu, gatal dan iritasi pada alat kelamin, rasa panas saat kencing (kadang-kadang bingung dengan infeksi saluran kemih), ketidaknyamanan saat berhubungan seksual, dan bau busuk. Karena trikomoniasis adalah penyakit menular seksual, gejala dapat muncul dalam waktu empat sampai 20 hari setelah paparan. Pria jarang memiliki gejala, tetapi jika mereka melakukannya, mereka mungkin memiliki debit, tipis keputihan dari penis dan nyeri buang air kecil atau sulit.

Sakit itu sendiri bukan merupakan gejala sering (kecuali gatal) dan harus meminta anda untuk melihat penyedia layanan kesehatan anda.
Jika anda memiliki kondisi yang disebut vulvodynia, anda mungkin merasakan seperti terbakar, tersengat, iritasi pada alat kelamin anda, tetapi tidak ada infeksi atau penyakit kulit vulva atau vagina. Ini adalah kondisi yang berbeda yang memerlukan diagnosis lebih lanjut dengan dokter.

sumber : penyebab-keputihan[dot]com

Senin, 01 April 2013

Mengatasi Gejala Siklus Menstruasi Pada Pendarahan



Catat setiap bulan saat mengalami haid, tandai setiap bulan dan tanggal menstruasi. Bila siklus teratur, jadi bisa diperkirakan saat akan terjadinya menstruasi berikutnya.
Adanya pencatatan, bisa digunakan untuk mengetahui pola gejala pramentruasi. Dengan catatan ini, bisa disimpan untuk bisa mengetahui tanggal yang jadi, dalam hal bila ada gejala pramenstruasi
Kesehatan tubuh juga bisa mempengaruhi, perubahan bulanan menstruasi. Dengan  berolahraga, makan makanan yang sehat, membatasi alkohol dan kafein asupan, dan mengurangi stres. Nonprescription penghilang rasa sakit juga dapat membantu mengurangi beberapa gejala.

Obat nyeri haid pada perdarahan
Cobalah obat nonprescription untuk membantu meringankan rasa sakit dan pendarahan. Mulai mengambil dosis yang dianjurkan pereda nyeri ketika gejala mulai atau 1 hari sebelum periode menstruasi  dimulai. Jika  mencoba untuk menjadi hamil, rundingkandengan dokter  sebelum menggunakan obat apapun.
Obat anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen (misalnya, Advil), mengurangi kram menstruasi, nyeri, dan perdarahan dengan menurunkan tingkat hormon prostaglandin. 6, 7
Jika NSAID tidak mengurangi rasa sakit, cobalah asetaminofen, seperti Tylenol.
jika  mengunakan obat,Minum obat selama gejala biasanya akan bertahan.
Pastikan untuk mengikuti semua  pentunjuk yang dianjurkan. Jangan mengambil aspirin jika  usai lebih muda dari 20 karena risiko sindrom Reye.

 Cara  meredakan kram menstruasi
  • Hangatkan bagian perut  untuk  itu pakailah  dengan bantal pemanas atau botol air panas, atau mandi air hangat. Panas menlancarkan  aliran darah dan dapat menurunkan nyeri panggul.
  • Berbaring dan mengangkat kaki  dengan menaruh bantal di bawah lutut.
  • Berbaringlah  miring kesisidan membawa lutut  ke arah dada. Ini akan membantu mengurangi tekanan balik.
  • Melakukan  olahraga teratur.  Agar peredaran dan  aliran darah  lancar,  bisa mengurangi  nyeri  membuat endorfin, dan  mengurangi rasa sakit.
Bila mengalami sakit pada vagina dan kram, coba gunakan pantyliner natesh.
Perawatan perdarahan menstruasi
Berbagai pilihan pantyliner dan pembalut herbal untuk perawatan perdarahan menstruasi. Ikuti semua petunjuk yang disertakan dengan produk pilihan Anda.
Pembalut berkisar dari kecil ke besar, untuk  yang bisa tembus dan kuat  menyerap.  Menempatkan pembalut dalam vaginanya dengan menggunakan tabung ramping (yang dikemas dengan pembalut) atau dengan menyelipkan dalam dengan jari. Pastikan untuk mengganti pembalut setiap 4 sampai 6 jam. Ini membantu mencegah kebocoran serta infeksi.
Pads berkisar dari tipis dan ringan dengan tebal dan superabsorben.  Berguna  agar tidak tembus pada pakaian, dengan atau tanpa menggunakan pembalut. Pads mungkin menjadi pilihan terbaik  untuk penggunaan di malam hari.
Apapun yang  digunakan, pastikan untuk mengubah secara teratur. Pembalut yang ideal untuk kegiatan yang bantalan tidak praktis untuk, seperti renang. Pembalut harus diganti setiap 4 sampai 6 jam, sehingga  tidak disarankan untuk digunakan malam hari. Mungkin diperlukan beberapa percobaan untuk menemukan produk perawatan yang tepat feminin.

Kram saat Siklus Menstruasi
Kebanyakan wanita mengalami kram yang menyakitkan  pada hari pertama saat darah haid. Untuk meredakan gunakan obat pereda nyeri yang dianjurkan.Istirahat dirumah untuk selama  ada gejala kram. Obat  nyeri mudah untuk  perawatan dirumah meredakan kram  perut.

 Gejala  Kram Menstruasi  
Kebanyakan wanita mengalami kram menstruasi yang menyakitkan (dismenore) dari waktu ke waktu. Kejang-kejang menstruasi adalah salah satu alasan paling umum bagi perempuan untuk mencari bantuan medis. Rasa sakit akibat kram menstruasi  berkisar dari ringan sampai berat dan  melibatkan perut bagian bawah, punggung, atau paha. Anda mungkin juga sakit kepala, mual, pusing atau pingsan, atau diare atau sembelit..
Selama siklus menstruasi, dinding rahim menghasilkan hormon yang disebut prostaglandin. Hormon ini menyebabkan rahim berkontraksi, sering menyakitkan. Wanita dengan kram parah dapat menghasilkan jumlah yang lebih tinggi dari normal prostaglandin, atau mereka mungkin lebih sensitif terhadap dampaknya.
Kram adalah umum selama masih remaja, ketika seorang wanita pertama dimulai mengalami haid. Primer Dismenore adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kram menstruasi yang menyakitkan tanpa penyebab fisik yang diketahui. Hal ini terlihat paling sering pada wanita antara usia 20 dan 24. Ini biasanya hilang setelah 1 sampai 2 tahun, ketika keseimbangan hormon terjadi.
Dismenore sekunder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kram menstruasi menyakitkan disebabkan oleh masalah fisik lainnya daripada menstruasi. Masalah fisik yang dapat menyebabkan jenis kram meliputi:
Kondisi A dalam mana sel-sel bahwa tampilan dan bertindak seperti sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) ditemukan di bagian lain dari rongga perut ( endometriosis ) atau tumbuh ke dalam jaringan berotot dari dinding rahim ( adenomiosis ). Nyeri biasanya terjadi 1 sampai 2 hari sebelum perdarahan menstruasi dimulai dan berlanjut sampai periode.
Pertumbuhan yang tidak kanker (pertumbuhan jinak) di panggul, seperti kista ovarium, serviks atau uterus polip, atau fibroid.
Panggul infeksi. Risiko untuk terkena infeksi lebih tinggi setelah pendarahan menstruasi mulai karena pembukaan ke rahim (serviks kanal) melebar saat menstruasi. Tapi infeksi panggul, terutama yang disebabkan oleh penyakit menular seksual, dapat terjadi setiap saat.
Menggunakan alat kontrasepsi (IUD). AKDR  menyebabkan kram meningkat selama periode  untuk beberapa bulan pertama penggunaan. Jika kram menstruasi terus-menerus atau semakin memburuk,  mungkin perlu mempertimbangkan memakai  IUD dilepas dan memilih lain metode pengendalian kelahiran.

Masalah kehamilan
Struktural masalah yang hadir pada saat lahir (bawaan), seperti penyempitan bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vaginanya (leher rahim).
Menstruasi tipe kram dapat terjadi setelah prosedur medis, seperti kauter, cryotherapy, conization, radiasi, biopsi endometrium, atau pemasangan AKDR.
Gejala menstruasi lain, seperti kenaikan berat badan, sakit kepala, dan ketegangan, yang terjadi sebelum haid dimulai, dapat disebabkan oleh sindrom pramenstruasi (PMS).

 Siklus Menstruasi  Normal
Siklus  haid teratur adalah “normal” di antara wanita menstruasi. Masalah siklus  panjang pada menstruasi normal untuk remaja dan wanita di usia 40-an. Untuk remaja, siklus normal bisa sesingkat 21 hari atau selama 45 hari . Jika Anda adalah seorang remaja, Anda dapat mengharapkan siklus bahkan keluar dari waktu ke waktu. Jika telah mendekati usia menopause,  dapat mengharapkan siklus haid menjadi lebih lama dan akhirnya berhenti. Jika  bukan seorang remaja dan tidak lebih tua dari 40 dan siklus lebih pendek dari 21 hari atau lebih lama dari 35 hari, ada kemungkinan bahwa  memiliki masalah yang perlu diperiksa oleh dokter.
Pemeriksaan kesehatan oleh dokter jika adanya  perubahan pola menstruasi atau jumlah perdarahan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Ini termasuk perdarahan menstruasi, selama tiga atau lebih siklus menstruasi.

Berlangsung lebih  7 hari
Apakah perubahan mendadak atau besar dari periode yang biasa  Sangat banyak. Ini berarti bahwa mengalami  gumpalan besar darah haid atau membasahi pembalut atau pembalut yang biasa setiap jam selama 2 jam atau lebih.

 Perhatikan Gejala lain
Pendarahan di antara periode menstruasi.  Nyeri panggul yang  berlangsung lebih lama dari satu hari.  tidak  bermasalah dengan perdarahan menstruasi. Bila telah menginjak usia 15 tahun dan belum mengalami haid. Harus dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Sumber : penyebab-keputihan[dot]com