Tampilkan postingan dengan label pendarahan menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendarahan menstruasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Bolehkah Keramas Saat Sedang Menstruasi?


Cara-Mengeringkan-Rambut-Tanpa-Hairdryer
Ada mitos menyatakan, sebaiknya saat menstruasi, terutama hari pertama, kita tidak mencuci rambut. Ada juga yang bilang, bila kita sering melakukan kebiasaan ini, kita akan lebih cepat mengalami menopause. Apakah ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini?
Menurut dr Caroline Tirtajasa, Sp, OG, dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta, larangan untuk mencuci rambut di saat sedang menstruasi hanyalah mitos belaka. Tidak ada penjelasan dari sisi ilmiah yang bisa menjelaskan tentang mitos tersebut. Jadi, sebenarnya tidak ada hubungan erat antara kebiasaan mencuci rambut di saat menstruasi dan percepatan terjadinya menopause.


"Menurut saya, yang terpenting untuk dilakukan saat sedang menstruasi adalah menjaga kebersihan. Terutama, kebersihan di daerah organ kelamin dan sekitarnya. Sebab, darah haid bisa menyebabkan gatal-gatal dan mengundang datangnya kuman-kuman, apalagi jika air yang Anda gunakan untuk membasuh itu mengandung kuman-kuman yang bisa menyebabkan infeksi," ujar dr Caroline.
Karena itu, lebih baik Anda memusatkan perhatian untuk tindakan ini, dan tidak lagi terlalu percaya pada mitos.

Sumber: Prevention Indonesia
female.kompas.com/read/2009/05/28/14324975/Bolehkah.Keramas.Saat.Sedang.Menstruasi.



Senin, 08 April 2013

Pembalut Natesh dapat melindungi dari bahaya kuman, jamur, dan lain lain dari Toilet Umum

Penggunaan toilet sudah menjadi kebutuhan sendiri ditengah-tengah semakin banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah. Toilet yang bersih, adalah pilihan kita , akan tetapi sebagaimana bersihnya toilet tidak berarti bebas kuman. Pada sebuah penelitian ditemukan setidaknya 21 jenis bakteri dan 2 jamur di area tersebut (majalah dokter kita). “Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70 persen Candida albicans. Sedangkan air yang mengalir dari keran toilet umum mengandung kurang lebih 10-20 persen.”.Keberadaan kuman tersebut jangan dianggap sepele karena dapat mengganggu kesehatan, terutama organ intim wanita.
Beberapa penyakit yang langsung bisa ditimbulkan akibat toilet yang kurang bersih:
  1. Infeksi kulit di sekitar vagina dan vagina. Keluhan yang ditimbulkan biasanya gatal-gatal pada area vagina, keputihan, bintik merah, dan lainnya
  2. Infeksi kulit di area selangkangan (antara vagina dan dubur). Daerah ini rentan kena jamur karena bersentuhan langsung dengan dudukan toilet.
  3. Memicu timbulnya gangguan infeksi saluran kemih/kencing, biasanya disebabkan oleh bakteri E.coli yang banyak ditemukan di toilet.
Untuk wanita yang aktif dan menggunakan toilet bersama (umum) umumnya suka menggunakan pantyliner dan diganti setelah mulai basah/lembab. Ternyata, pantyliner dapat bermanfaat untuk mengurangi bahaya dari efek samping infeksi jamur akibat seringnya penggunaan toilet umum, asalkan pantyliner nya itu berkualitas, inovatif, bukan terbuat dari bahan-bahan bekas/daur ulang, dan mengandung efek terapi. Mencermati hal diatas, maka Pantyliner Natesh sangat cocok untuk digunakan. Dalam pantyliner Natesh terdapat Nano silver yaitu partikel yang dapat dipecah hingga ukuran Nano (1 per semilyar) dan sudah lama digunakan dalam dunia medis china kuno sejak ribuan tahun yang lalu selain itu, dapat dipecah hingga ukuran 25 nm (nano meter).
Keunggulan Nano silver dalam Pantyliner Natesh:
  1. Daya buuh bakteri nya luas dan tinggi/kuat.
  2. Daya aksinya 6x dari antibiotik
  3. Tidak beracun (depkes USA tahun 1990)
  4. Tidak merangsang alergi kulit
  5. Bebas toleransi, efektif dan tidak berbahaya
  6. Mempercepat penyembuhan luka (merangsang pertumbuhan sel)
  7. Mampu membasmi beratus-ratus bakteri, fungi jahat, mikroorganisme dan infeksi lainnya.
Dengan banyaknya manfaat Nano silver dalam pantyliner Natesh maka tidak perlu khawatir lagi terhadap penggunaan toilet umum.


Kamis, 04 April 2013

Menstruasi Tidak Boleh Minum Air Es….??



Banyak kabar seputar haid yang dipercaya masyarakat, seperti tidak boleh minum air es saat haid, karena bisa menyebabkan darah haid keluar tidak lancar dan meninggalkan sisa di dinding rahim. Benarkah seperti itu?
Akibat anggapan itu banyak perempuan yang takut minum air es saat sedang datang bulan alias menstruasi, karena beranggapan air es dapat membuat darah haid mampet. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi karena banyak yang beranggapan bahwa darah haid yang bersisa dirahim tersebut dalam waktu 5 tahun atau lebih dapat menyebabkan kista bahkan tumor dan kanker rahim.
Anggapan tersebut hanyalah mitos. Tidak ada hubungan antara proses menstruasi dan air es, karena menstruasi berhubungan dengan hormon tubuh yaitu estrogen. Menurut dr. Taufiqurrahman, Sp.OG., tidak ada hubungannya antara minum es pada saat haid dengan kista atau kanker rahim pada perempuan. Karena kedua penyakit tersebut sebagian besar disebabkan faktor hormon.
Dari pada cemas dengan mitos yang tidak ada buktinya. Justru yang perlu diperhatikan oleh kaum wanita adalah fakta penelitian yang menunjukkan bahwa gangguan reproduksi seperti kista, mioma, endometriosis sampai kanker serviks ternyata berhubungan dengan kualitas pembalut, terutama pembalut yang dibuat dari bahan daur ulang yang mengandung zat pemutih dan menyisakan dioksin. Dioksin ini yang dapat memicu gangguan organ reproduksi.
Natesh merupakan pembalut dan pentyliner yang terbuat dari bahan berkualitas, bebas dari zat pemutih atau dioksin, mengandung nano silver untuk membunuh kuman, FIR, anion dan herbal untuk kesehatan organ reproduksi anda.

Sumber : detikhealth.com
Radarlampung.co.id